Opini

Dampak Pembatalan Piala Dunia di Indonesia

3 Mins read

Sejuk.IDPiala dunia merupakan salah satu ajang olahraga terbesar di dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang bergengsi bagi para pesepakbola di seluruh dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk mengenalkan negara tuan rumah kepada dunia. Indonesia pernah mengajukan diri sebagai tuan rumah piala dunia pada tahun 2022, namun sayangnya tidak berhasil terpilih sebagai tuan rumah.

Namun, apa yang terjadi jika Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah piala dunia dan kemudian pembatalan piala dunia di Indonesia terjadi? Apa dampaknya bagi negara ini, terutama dalam hal pariwisata dan ekonomi. Pembatalan piala dunia di Indonesia telah menjadi pukulan telak bagi negara ini, khususnya bagi sektor pariwisata dan ekonomi. Sebelum membahas lebih jauh mengenai dampaknya, kita perlu mengetahui apa yang seharusnya terjadi jika piala dunia benar-benar diadakan di Indonesia.

Sebagai tuan rumah piala dunia, Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia. Banyak wisatawan dari seluruh dunia yang akan datang ke Indonesia untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, dan tentunya mereka akan membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, dan minuman. Hal ini akan menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi Indonesia untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, penyelenggaraan piala dunia juga akan memberikan efek domino pada sektor-sektor lainya, seperti sektor properti, keamanan, dan infrastruktur. Indonesia akan memerlukan stadion, hotel, dan lainnya untuk menyambut para tamu dari seluruh dunia.

Dengan adanya kebutuhan tersebut, maka sektor properti akan terus berkembang. Selain itu penyelenggaran piala dunia juga memerlukan tingkat keamanan yang tinggi. Hal ini akan mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas keamanan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada sektor keamanan di Indonesia.

Dalam hal ekonomi, penyelenggaran piala dunia juga akan memberikan dampak yang besar bagi Indonesia. Banyak perusahaan lokal yang akan mendapatkan keuntungan dari penyelenggaraan piala dunia. Misalnya, perusahaan yang memproduksi produk-produk souvenir, makanan, minuman, dan pakaian. Dalam hal ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkenalkan produk-produk lokal mereka kepada dunia.

Namun, semua peluang tersebut akan hilang jika piala dunia dibatalkan di Indonesia. Apa dampaknya bagi sektor pariwisata dan ekonomi Indonesia? Sektor pariwisata akan kehilangan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan mereka. Banyak hotel, restoran, dan tempat wisata yang telah mempersiapkan diri untuk menyambut para wisatawan. Namun, dengan adanya pembatalan piala dunia, mereka akan kehilangan banyak potensi pendapatan.

Selain itu, banyak wisatawan yang telah membeli tiket pesawat dan reservasi hotel untuk menghadiri piala dunia di Indonesia. Dengan adanya pembatalan, mereka akan kecewa dan membatalkan perjalanan mereka. Hal ini akan berdampak pada pada tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia dan tentunya juga pada pendapatan sektor pariwisata.

Dalam sejarah turnamen sepak bola sendiri, sejauh ini belum ada pembatalan piala dunia secara resmi. Namun ada beberapa peristiwa yang hampir memaksa FIFA untuk membatalkan atau mengubah tempat dan jadwal penyelenggaraan piala dunia. Salah satu contoh terkenal adalah pada tahun 2002 piala dunia hampir dibatalkan di Semenanjung Korea karena kekhawatiran akan terjadinya konflik diplomatik antara Korea Selatan dan Korea Utara. Namun berkat dukungan menyeluruh dari FIFA, piala dunia tetap berlangsung seperti yang dijadwalkan.

Selain itu, beberapa turnamen piala dunia telah mengalami perubahan jadwal atau lokasi karena alasan keamanan atau keadaan darurat. Misalnya, piala dunia di Argentina pada tahun 1978 yang ditunda selama setahun karena kudeta milter di negara tersebut. Namun, penting untuk dicatat bahwa piala dunia merupakan salah satu acara olahraga paling penting dan populer di dunia, sehingga batalnya akan menjadi kejadian penting dan sangat jarang terjadi. Selain itu, pembatalan piala dunia di Indonesia juga mengakibatkan dampak negatif yang signifikan, baik secara ekonomi maupun sosial, yaitu: Timbulnya citra negatif yang mana Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk mempromosikan dirinya sebagai tuan rumah acara olahraga global yang penting dan bergengsi, sehingga citra negara Indonesia dapat terpengaruh oleh pembatalan piala dunia.

Dampak negatif lainya adalah menimbulkan ketidakpuasan dan kekecewaan mendalam dikalangan masyarakat Indonesia yang telah menantikan acara tersebut. Hal ini dapat memicu protes dan kritik terhadap pemerintah dan otoritas olahraga. Pembatalan piala dunia di Indonesia juga menyebabkan keterbatasan infrastruktur, karena Indonesia mungkin telah menginvestasikan banyak sumber daya dan dana dalam persiapan piala dunia, termasuk infrastruktur, seperti stadion dan transportasi.

Maka jika acara ini dibatalkan, infrastruktur di Indonesia tidak akan terpakai yang mengakibatkan terjadinya sumber pemborosan dan kerugian. Disisi lain, terdapat juga dampak positif pembatalan piala dunia di Indonesia, seperti mengurangi beban biaya, yang mana tuan rumah piala dunia perlu menyiapkan infrasturuktur, stadion, akomodasi, keamanan, dan fasilitas lainnya. Sehingga, membutuhkan biaya yang sangat besar, dan jika pembatalan ini terjadi maka Indonesia akan mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan.

Disamping itu, Indonesia menjadi lebih fokus pada pengembangan sektor lain. Seperti Inrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga, dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Hal positif lain dari pembatalan piala dunia adalah menghindari resiko keamanan, karena sebagai tuan rumah piala dunia, Indonesia perlu memperhatikan keamanan dan stabilitas politik. Sehingga, jika terjadi masalah keamanan, maka akan menjadi ancaman serius bagi seluruh acara.
Maka dalam diskusi mengenai pembatalan piala dunia di Indonesia, terdapat beragam pandangan dan opini yang berbeda.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pembatalan piala dunia akan menjadi kerugian besar terlebih dalam sektor pariwisata dan ekonomi. Sebagai sebuah kesimpulan, dapat dikatakan bahwa keputusan untuk membatalkan piala dunia di Indonesia menjadi kerugian besar dalam banyak sektor.

Oleh karena itu, perlu ada keseimbangan dan pertimbangan matang-matang
dalam menentukan keputusan terkait menjadi tuan rumah piala dunia. Selain itu, Indonesia juga dapat mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah yang mungkin ada tanpa harus mengorbankan kesempatan besar yang dapat diperoleh dari menjadi tuan rumah piala dunia.

Penulis: Zahro Al-Adawiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

 

585 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    Opini

    Aktivis Muda Muhammadiyah Jawa Barat Mantap Mendukung Ganjar-Mahfud MD

    2 Mins read
    Opini

    Identitas Indonesia: Simfoni Kebhinekaan Abadi

    3 Mins read
    Opini

    Tingkat Dampak Positif Video Game pada Aspek Kognitif Sosial

    2 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *