NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

Tanamkan Nilai Ideologi Muhammadiyah, PC IMM Banyuwangi Gelar Kajian Akhir Tahun

2 Mins read

Sejuk.ID Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai ortom Muhammadiyah yang sejak kelahirannya silam, telah menegaskan bahwa dalam catatan sejarah Bangsa Indonesia ada sebagian kelompok yang berisikan anak muda dari kalangan terpelajar yang siap mendedikasikan dirinya untuk mewujudkan kemajuan bangsa, Negara dan Agama.

Oleh karena itu, ditengah ketidakpastian arah perubahan zaman, IMM harus tetap tampil ke permukaan untuk menunjukkan peran dan tanggung jawabnya sebagai organisasi gerakan mahasiswa Islam, sebagaimana tuntutan pada awal kelahirannya.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan IMM setidaknya harus mengarah pada cita-cita idealnya yakni “Mengusahakan Terbentuknya Akademisi Islam yang Berakhlak Mulia Dalam Rangka Mencapai Tujuan Muhammadiyah”, yaitu sebuah peradaban yang tercerahkan atau dalam bahasa Al-Qur’an disebut sebagai “Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu saja yang dibutuhkan bukan hanya sekedar stamina dan kesabaran dalam dosis yang tinggi untuk mengarunginya. Lebih dari itu dibutuhkan orang-orang yang cakap, profesional, visioner, kreatif dan mampu mengawal amanah organisasi. Orang-orang yang dalam kapasitas pribadi mampu mengintegrasikan antara potensi aqidah, ibadah, akhlak dan keintelektualan serta penanaman nilai-nilai visi dan misi Muhammadiyah yang dapat benar-benar bisa diteladani baik oleh kader-kader IMM maupun masyarakat Islam secara umum.

Atas dasar ini, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyuwangi mencoba menyatukan persepsi tentang ber-IMM. Walaupun, dalam ranah yang sangat mikro yaitu dari internal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu sendiri, yang mana, kegiatan ini nantinya menjadi rutinitas dan menjadi syarat untuk menjadi kader Muhammadiyah serta sebagai upgrading internal.

PC IMM Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan “Kajiaan Kemuhammadiyahan”, yang dilaksanakan pada Jum’at (30/12/2022) yang berlangsung di Masjid KH. Ahmad Dahlan Lantai III Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kabupaten Banyuwangi. Kajian tersebut dilaksanakan untuk menyatukan persepsi tentang IMM dan memperluas serta memperdalam wacana dalam berpikir.

Baca Juga:  Usai Ikuti PID PC IMM Bangkalan, Begini Harapan Immawan Atoy

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 15 orang perwakilan dari PC IMM Banyuwangi, PK IMM Banyuwangi Baru, PK ITBM Banyuwangi, dan PK IMM Poliwangi.

Immawan M. Maulana Akbar atau biasa disapa Akbar menyampaikan bahwa “Saya sangat mengapresiasi kehadiran dari seluruh Immawan dan Immawati, khususnya dari Komisariat yang ada di Banyuwangi. Karena, telah menyempatkan waktunya untuk bisa hadir dalam kajian akhir tahun yang diadakan oleh PC IMM Banyuwangi ini,” ungkapnya.

Adapun pemateri pada kegiatan kajian kemuhammadiyahan tersebut yakni Drs. Sunarto, M.Pd. Beliau merupakan Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyuwangi.

Beliau menyampaikan materi tentang ke-Muhammadiyahan dan beliau menjelaskan bahwa “Sejarah telah membuktikan betapa besar peranan Muhammadiyah dalam proses pembaharuan dan perkembangan bangsa Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Islam sejak 1912 sampai dengan hari ini. Hal tersebut tidak terlepas dari bagaimana Muhammdiyah mampu menjadikan kaderisasi atau perkaderan menjadi program yang penting dan strategis,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan “Sehingga, dengan hal tersebut mampu bertahan dan melewati segala tantangan dan hambatan yang menghadang di depannya,” imbuhnya.

Dalam materi yang telah disampaikan oleh Bapak Drs. Sunarto, M.Pd tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah dan Peran Muhammadiyah dalam proses pembaharuan dan perkembangan Bangsa Indonesia, Beliau pun menjelaskan bahwa terdapat 3 arus besar di dalam Muhammadiyah yakni ; Keilmuan, Berpihak kepada kaum yang lemah dan Menggembirakan umat. Dan terdapat juga dua ciri dakwah dalam Muhammadiyah yaitu memajukan dan menggembirakan. Dan pada tahun 1922 silam embrio Muhammadiyah telah lahir di Kabupaten Banyuwangi.

Terakhir, Immawan Akbar menyampaikan harapannya setelah diadakannya kegiatan ini. “Saya berharap, semoga teman-teman tetap semangat Istiqomah dengan kegiatan yang ada di IMM. Khususnya kajian keilmuan, tentunya dengan tema yang beragam. Dan tetaplah memegang teguh prinsip Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah,” pungkas Ketua Bidang Organisasi PC IMM Banyuwangi ini.

Baca Juga:  Tim Wilis Adventure and Training Kabupaten Nganjuk Adakan Kegiatan Outbound dan Training Bersama

Reporter : Septi Sartika

1127 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Republika Gandeng Lazismu Luncurkan AI Keislaman, Perkuat Dakwah di Era Digital

2 Mins read
SEJUK.ID – Perkembangan teknologi kian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi bukti nyata bagaimana manusia mampu memberi…
BeritaDaerah

Rajut Ukhuwah dan Spirit Kewirausahaan, SUMU Bogor Raya Dorong Lahirnya Pengusaha Muslim Berkemajuan

1 Mins read
SEJUK.ID – Suasana hangat penuh ukhuwah mewarnai kegiatan Buka Bersama dan Tausyiah Ramadan yang diselenggarakan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya di…
BeritaNasional

Lazismu Salurkan Rp17 Miliar untuk 22 Majelis dan Ortom, Perkuat Ekosistem Filantropi Muhammadiyah

1 Mins read
SEJUK.ID – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) tingkat pusat secara resmi menyalurkan dana kepada majelis, lembaga, dan organisasi otonom…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *