SEJUK.ID – Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif membuat kompetensi profesional menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bagi pekerja berpengalaman, tetapi juga lulusan baru. Di tengah tuntutan industri yang terus berkembang, kemampuan yang terukur dan tersertifikasi dinilai menjadi salah satu faktor penentu dalam memperoleh peluang karier yang lebih luas.
Menjawab kebutuhan tersebut, Human Capital University menghadirkan program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja berbasis BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Program ini dirancang untuk membantu peserta meningkatkan kapasitas profesional sekaligus memperoleh sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.
Berbagai skema sertifikasi disiapkan sesuai kebutuhan industri dan jenjang karier. Program tersebut meliputi Human Capital Staff, Recruitment and Selection Staff, Human Capital Supervisor, Industrial Relation Supervisor, Human Capital Manager, hingga Human Capital General Manager. Selain itu, tersedia pula program Training of Trainer (ToT), Pengawas Operasional Pertama (POP), serta Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Owner Human Capital University, Ahmad Mubasir, menilai pengalaman kerja bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang diterima di dunia kerja. Menurut dia, kompetensi menjadi aspek utama yang perlu dipersiapkan sejak awal.
“Semua orang yang saat ini bekerja atau memiliki pengalaman, baik level staf, supervisor, manajer, general manager, maupun level yang lebih tinggi, semuanya mengawali karier sebagai fresh graduate. Jadi, ini hanya soal bagaimana seseorang mampu mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seseorang yang memiliki pengalaman kerja belum tentu mempunyai kompetensi yang baik. Sebaliknya, lulusan baru juga tidak selalu minim kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.
“Fresh graduate bisa memperoleh kompetensi melalui banyak cara. Bisa dengan berdiskusi bersama senior yang sudah berpengalaman, belajar dari mentor pelatihan, mengikuti training, maupun membaca buku. Yang terpenting adalah bagaimana meyakinkan perusahaan saat proses seleksi berlangsung,” katanya.
Program pelatihan tersebut didukung mentor dan trainer profesional yang berasal dari kalangan praktisi human capital, industrial relation, hingga manajemen perusahaan. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan industri saat ini.
Selain pelatihan kompetensi, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti uji sertifikasi BNSP sebagai bentuk pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi tersebut dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja maupun profesional yang ingin meningkatkan kredibilitas dan peluang karier.
Sejauh ini, Human Capital University disebut telah dipercaya oleh ribuan alumni pelatihan dan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dari beragam sektor industri. Melalui pendekatan pembelajaran yang profesional dan berbasis kebutuhan industri, program tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


