SEJUK.ID – Mahasiswa Program Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan kunjungan akademik internasional ke Malaysia melalui agenda Guest Lecture internasional sekaligus observasi tata kelola organisasi di lingkungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (PCIM Malaysia). Kegiatan tersebut diikuti 10 peserta yang terdiri atas sembilan mahasiswa dan satu dosen pendamping.
Kunjungan berlangsung di dua lokasi, yakni Warung Soto Lamongan (WASOLA) dan Rumah Hamka Malaysia (RUHAMA). Dalam agenda itu, peserta mengikuti diskusi serta observasi terkait pengelolaan organisasi, dakwah, pelayanan masyarakat, hingga penguatan jejaring diaspora Indonesia di Malaysia.
Rombongan dipimpin Nurwanto, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan PCIM Malaysia. Menurut dia, pengalaman internasional menjadi ruang belajar penting bagi mahasiswa untuk memahami gerakan Muhammadiyah di luar negeri.
“Kunjungan ke Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami memperoleh banyak wawasan tentang peran organisasi Muhammadiyah di luar negeri dalam membangun ukhuwah, pelayanan pendidikan, dakwah, serta pendampingan masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Nurwanto, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, suasana diskusi yang terbuka membuat peserta semakin memahami tantangan sekaligus kontribusi nyata PCIM Malaysia dalam menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan masyarakat diaspora.
“Diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka membuat kami semakin memahami tantangan sekaligus kontribusi nyata PCIM dalam menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan warga diaspora,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta program, Arif Nursyamsun R., S.Pd.R., mengaku terkesan dengan penerimaan yang diberikan jajaran pengurus PCIM Malaysia selama kegiatan berlangsung. Menurut dia, suasana kekeluargaan yang terbangun membuat kunjungan tersebut terasa lebih bermakna.
“Kami sangat terkesan dengan sambutan dan penerimaan yang diberikan oleh pengurus PCIM Malaysia. Suasana kekeluargaan, keramahan, serta sikap terbuka dalam berbagi pengalaman menjadikan kunjungan ini terasa penuh makna dan inspirasi,” ungkap Arif.
Arif menilai penerimaan tersebut mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah sekaligus semangat kolaborasi yang terus hidup di lingkungan Muhammadiyah lintas negara.
“Penerimaan yang baik tersebut mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah dan semangat kolaborasi yang kuat dalam lingkungan Muhammadiyah. Semoga silaturahmi dan kerja sama ini dapat terus terjalin serta memberikan manfaat bagi pengembangan akademik dan organisasi di masa mendatang,” lanjutnya.
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia, Fauzi Fatkhur, menyambut positif kunjungan akademik dari UMSIDA tersebut. Ia menilai interaksi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan PCIM di luar negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat jaringan persyarikatan sekaligus membuka wawasan mahasiswa tentang gerakan Muhammadiyah di tingkat global.
“Kami sangat terbuka terhadap kunjungan akademik seperti ini karena menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat silaturahmi, serta mengenalkan bagaimana Muhammadiyah hadir melayani masyarakat Indonesia di luar negeri,” kata Fauzi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar tercipta kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan Muhammadiyah dan PCIM di berbagai negara.
“Kami berharap hubungan baik ini tidak berhenti pada kunjungan saja, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penguatan kader Muhammadiyah di tingkat internasional,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ulin/Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


