SEJUK.ID – Webinar SUMU CATALYST bertajuk “Dari Recehan ke Ratusan Juta: Bangun Pabrik Snack Sendiri dan Kuasai Pasar dari Warung hingga Retail Modern” sukses digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (16/5). Kegiatan ini menghadirkan CEO Malindo Area sekaligus konsultan bisnis snack kering, Rikardi Putra Nugraha, sebagai narasumber utama.
Webinar yang diinisiasi Serikat Usaha Muhammadiyah bersama Malindo Area itu mendapat sambutan antusias dari peserta berbagai daerah. Peserta terdiri atas pelaku UMKM hingga masyarakat umum yang tertarik memulai usaha di sektor pangan ringan atau snack.
Dalam pemaparannya, Rikardi menjelaskan bahwa industri snack menjadi salah satu sektor usaha yang memiliki pasar luas dan terus berkembang. Produk snack dinilai memiliki tingkat permintaan tinggi karena dikonsumsi hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum. Selain itu, harga produk yang relatif terjangkau membuat perputaran penjualannya berlangsung cepat di pasaran.
“Banyak brand besar hari ini berawal dari produksi rumahan. Yang terpenting bukan langsung besar, tetapi memahami sistem produksi, distribusi, dan branding sejak awal,” ujar Rikardi.
Tak hanya membahas potensi pasar, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi membangun bisnis snack modern. Materi yang dibahas meliputi penentuan produk, teknik pengemasan, hingga peluang distribusi ke warung, kios, distributor, sampai retail modern.
Dalam webinar tersebut, turut dipaparkan simulasi produksi snack skala UMKM hingga konsep sistem produksi modern. Sejumlah produk snack bahkan disebut memiliki potensi kapasitas produksi mencapai 10 ribu hingga 20 ribu bungkus per hari dengan dukungan mesin pengemasan modern.
Menurut Rikardi, industri pangan kering tidak hanya menjanjikan keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Industri ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, sekaligus membangun brand unggulan daerah melalui distribusi nasional.
Melalui kegiatan ini, Serikat Usaha Muhammadiyah berharap semakin banyak generasi muda maupun pelaku UMKM terdorong memulai usaha berbasis produksi dengan sistem yang lebih modern, terukur, dan scalable.
“Kami ingin peserta tidak hanya termotivasi, tetapi juga memahami langkah konkret membangun bisnis snack dari nol hingga mampu bersaing di pasar modern,” ujar panitia SUMU CATALYST.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait bisnis snack kering bersama Malindo Area, layanan konsultasi tersedia di Jalan Poros Masamba–Malangke, Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Sementara kantor cabang sementara berlokasi di Jalan Dewi Sri XI, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak 0852-6862-9139. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


