SEJUK.ID – Perjumpaan istimewa tersaji di Taman Belajar Sedjati. Sejak diresmikan pada 10 Agustus 2025 lalu, tempat belajar yang berada di Desa Gajah, Baureno, Bojonegoro ini seakan terus dinaungi keberkahan. Tepat pada Rabu petang (24/9/2025), tamu agung dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia hadir dan menggelar diskusi bertema “Literasi sebagai Kunci Pembuka Masa Depan” di Joglo Sedjati.
Acara yang dikemas santai dengan nuansa “ngopi semalam bersama Duta Baca Indonesia” berjalan sukses berkat dukungan penuh berbagai pihak. Faqin Haikal selaku Dewan Pembina Taman Belajar Sedjati dan Sulthon Haikal sebagai Ketua TB Sedjati turut memastikan segala kebutuhan acara terpenuhi, mulai dari tempat, hidangan, hingga kelengkapan lainnya.
Gol A Gong, Duta Baca Indonesia yang akan purna tugas pada akhir tahun ini, tampak antusias dengan lokasi acara yang berada di tengah hutan jati dengan nuansa joglo artistik. “Safari literasi kali ini saya beri diksi sayonara. Santer terdengar kabar, jabatan Duta Baca akan dihentikan oleh Perpusnas. Maka kedatangan saya ke Sedjati menjadi penanda awal perpisahan saya di akhir jabatan. Terima kasih kepada Mas Adit (Founder Gemar Maos dan Iqro Semesta) yang telah mengatur dan membawa saya ke tempat ini,” ujar mantan atlet bulutangkis itu.
Selain Gol A Gong, hadir pula Among Kurnia Ebo, seorang penulis asal Lamongan yang kini menjabat Rektor Universitas Klatak Yogyakarta. Ia mengaku pertemuan ini membawa energi tersendiri. “Bertemu Bang Gol A Gong seperti energi baru. Saya jarang pulang karena kesibukan, tapi begitu dengar ada Duta Baca Indonesia hadir di Lamongan, langsung saya sempatkan,” tuturnya dengan penuh semangat.
Amyn Husen dari Balai Bahasa Jawa Timur juga ikut membersamai forum diskusi yang dipandu oleh Aris Triono. “Kami selalu senang hadir langsung bersama kawan-kawan di bawah. Terlihat denyut kegairahan literasi yang begitu otentik,” ujarnya.
Aditya Akbar Hakim, inisiator yang merajut perjumpaan ini, menyampaikan apresiasi. “Mas Gong, setiap ke Jawa Timur, saya dan Iqro Semesta siap segalanya. Terima kasih juga kepada Haji Faqin dan Mas Sulthon yang telah menyediakan tempat. Gerakan literasi idealnya lahir dari kesadaran masyarakat, bukan semata menunggu bantuan pemerintah. Itu yang akan lebih bermakna,” katanya.
Sementara itu, Sulthon Haikal, Ketua Taman Belajar Sedjati, mengaku awalnya sempat merasa segan. Namun berkat sinergi yang terjalin, acara berjalan dengan hangat dan penuh harmoni.
Acara ngopi bareng Duta Baca Indonesia berlangsung hingga larut malam. Diskusi formal yang dikemas santai dipandu dengan penuh semangat oleh Aris Triono, bahkan berlanjut ke obrolan nonformal hingga pukul 01.00 dini hari. Meski harus disudahi, semangat literasi terus menyala karena keesokan harinya Gol A Gong sudah dijadwalkan menghadiri kegiatan di dua lokasi berbeda. (*)


