SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok dengan tujuan utama Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Sebanyak 52 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perjalanan bisnis tersebut dan kini telah tiba di Yiwu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SUMU membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengenal secara langsung ekosistem perdagangan, industri, teknologi, serta pola pengembangan bisnis di Tiongkok. Kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pengusaha Indonesia dan mitra potensial dari Tiongkok.
Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok telah digagas sejak Januari 2026. Gagasan itu pertama kali mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan kopi darat (kopdar) SUMU di Yogyakarta.
Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim mengatakan, perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan bisnis, melainkan juga momentum pembelajaran strategis. Para peserta diajak memahami perkembangan ekonomi dan industri Tiongkok serta berbagai strategi yang mendorong kemajuan negara tersebut.
“Kami ingin belajar dari kemajuan teknologi, perkembangan industri, dan cara berpikir yang membuat Tiongkok berkembang pesat. Kuncinya adalah keterbukaan dan kebersamaan, saling mengajak, bekerja sama, serta terbuka terhadap kemajuan,” ujar Ghufron.
Menurut dia, pengalaman dan pola pembangunan yang dipelajari selama berada di Tiongkok diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoretis. Para peserta diharapkan mampu mengolah berbagai temuan selama kunjungan menjadi gagasan dan strategi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha di Indonesia.
Dengan demikian, berbagai pola kemajuan di Tiongkok dapat dipelajari, disesuaikan, dan diadaptasi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Perkembangan teknologi, efisiensi produksi, jaringan perdagangan, dan integrasi rantai pasok menjadi sejumlah aspek penting yang perlu dipahami pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan daya saing.
Dukungan Tokoh Muhammadiyah
Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok juga dihadiri dan didampingi sejumlah tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di antaranya, Sekretaris Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPUMKM) PP Muhammadiyah Dr. Jaenudin, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Ketua Umum Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah Dr. Mukhaer.
Kehadiran jajaran Muhammadiyah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan gerakan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran dan jejaring internasional.
Perjalanan ke Yiwu diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas wawasan pelaku usaha Muhammadiyah mengenai perkembangan ekonomi global. Kegiatan ini sekaligus mendorong mereka agar lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar.
Membuka Peluang Perdagangan dan Alih Teknologi
Selama berada di Yiwu, para peserta juga diarahkan untuk mengidentifikasi peluang bisnis yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia. Peluang tersebut meliputi potensi impor dan ekspor, pengembangan jaringan pemasok, kerja sama usaha, hingga kemungkinan alih teknologi dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman individual bagi peserta, tetapi juga melahirkan jaringan bisnis baru yang memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha di Indonesia.
Dengan bertemu langsung dengan pelaku usaha dan melihat ekosistem perdagangan secara nyata, peserta diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tantangan sekaligus peluang untuk memasuki pasar global.
SUMU berharap perjalanan ini menjadi awal terbentuknya kerja sama bisnis yang berkelanjutan antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di Yiwu diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi, peningkatan efisiensi, dan strategi bisnis baru guna meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha di Tanah Air. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


