SEJUK.ID – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Kelompok 39 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 menggelar program kerja bertajuk “Stop Bullying” bagi murid kelas IV SDN 02 Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat, aman, dan saling menghargai. Seluruh anggota Kelompok 39 KKN MAs 2026 terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Program “Stop Bullying” dikemas dengan pendekatan edukatif dan reflektif melalui tiga rangkaian utama, yakni pemaparan materi, pemutaran film pendek, serta sesi refleksi diri.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuk perundungan, dan dampaknya bagi korban maupun lingkungan sekitar. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan usia murid agar mudah dipahami.
Para murid diajak mengenali bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Perundungan juga dapat terjadi melalui perkataan, ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, maupun tindakan lain yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa sesuatu yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang belum tentu dipandang sama oleh orang lain. Karena itu, murid diajak untuk lebih memperhatikan perasaan teman dan memahami batasan dalam berinteraksi.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema perundungan. Media film digunakan sebagai sarana edukasi agar murid dapat melihat gambaran situasi perundungan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tayangan tersebut, murid diajak mengamati berbagai tindakan perundungan, memahami dampaknya terhadap korban, serta melihat pentingnya keberanian untuk menghentikan perilaku tersebut. Seusai pemutaran film, mahasiswa mengajak murid berdiskusi untuk menggali pemahaman dan pesan yang diperoleh dari tayangan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan renungan diri. Pada sesi ini, murid diajak melihat kembali cara mereka memperlakukan teman dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa mengajak murid melakukan introspeksi sederhana, seperti mengingat apakah mereka pernah mengejek teman, membuat teman merasa tersisih, mengucapkan perkataan yang menyakitkan, atau membiarkan tindakan perundungan terjadi di sekitar mereka.
Refleksi tersebut diharapkan dapat mendorong murid tidak hanya memahami perundungan secara teori, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memperbaiki perilaku dan membangun hubungan pertemanan yang lebih positif.
Melalui perpaduan edukasi, film pendek, diskusi, dan refleksi diri, program “Stop Bullying” diharapkan memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan murid. Pesan yang disampaikan tidak semata-mata berfokus pada larangan melakukan perundungan, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, keberanian, dan sikap saling menghargai.
Program ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN MAs untuk berinteraksi langsung dengan murid sekaligus berkontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman di Desa Petungsewu.
Kelompok 39 KKN MAs 2026 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong murid untuk berani mengatakan tidak terhadap perundungan, tidak menjadi pelaku, serta tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan terjadi. Murid juga diharapkan berani membantu teman yang menjadi korban.
Lebih jauh, mahasiswa berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan perundungan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain.
Tim Pelaksana Kelompok 39 KKN MAs 2026
Program “Stop Bullying” dilaksanakan oleh Kelompok 39 KKN MAs 2026 yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, yaitu:
- Dita Nilasari — Universitas Muhammadiyah Gombong
- Sarnita — Universitas Muhammadiyah Bone
- Muh Aidil — Universitas Muhammadiyah Bone
- Kalvin Gunawan — Universitas Muhammadiyah Palembang
- Ayudhia Fassha — Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
- Mia Khoirunissa — Universitas Muhammadiyah Tangerang
- Munadiyah — Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai
- Hasyifa Ratna Astria — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Putri Rachma Aulia — STKIP Muhammadiyah OKU Timur
- Nur Laeliza Fanadilla — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
- Muhammad Zaky — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Adinda Junior — Universitas Muhammadiyah Bandung
- Yasfina Qurrota A’yun — Universitas Muhammadiyah Lamongan
- Farid Al Farizi — Universitas Muhammadiyah Malang
- Siti Zelika Ardhya Anasti — Universitas Muhammadiyah Malang
Kegiatan KKN MAs Kelompok 39 berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tinuk Dwi Cahyani, S.H., S.H.I., M.Hum., Ph.D.
Melalui program “Stop Bullying”, Kelompok 39 KKN MAs 2026 berupaya mengambil bagian dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih positif. Sebab, menghentikan perundungan bukan sekadar menghentikan sebuah tindakan, melainkan juga menumbuhkan keberanian untuk peduli, menghargai, dan melindungi sesama. (*)


