NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

Workshop Ruang Aman Bersama di Kotabumi Satukan Pelajar dan Lembaga Cegah Perundungan

2 Mins read

SEJUK.ID – Workshop anti-bullying bertajuk “AmanahBaru: Aman Bersekolah, Bangun Empati, Hapus Perundungan” sukses digelar di Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Kotabumi dengan diikuti ratusan pelajar dari lebih dari 30 sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Lampung Utara. Mengusung nama gerakan Ruang Aman Bersama, kegiatan ini menjadi forum edukasi pelajar berskala besar yang memadukan pendekatan akademik, hukum, psikologis, dan gerakan sosial dalam satu panggung kolaboratif. Program ini merupakan hasil sinergi Pimpinan Daerah IPM Lampung Utara dan Forum Pelajar Lampung Utara dengan dukungan penuh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara, Polres Lampung Utara, serta institusi pendidikan tuan rumah. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat posisi Ruang Aman Bersama sebagai program edukasi preventif yang dirancang bukan sekadar momentum, melainkan gerakan berkelanjutan. Sabtu (14/2/2026).

Pembukaan Resmi dan Pesan Kolektif Pencegahan

Acara dibuka oleh Dr. Listyo Sigit Suharjono yang mewakili Ketua PDM Lampung Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Ia menyoroti bahwa perundungan kerap dianggap sepele, padahal dampaknya dapat memengaruhi masa depan generasi muda. Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga sebagai langkah strategis membangun sistem pencegahan perundungan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sambutan turut disampaikan Ketua Pelaksana Arman Ramadhan, Ketua Umum PD IPM Lampung Utara Jalil Anwar Amanulloh, perwakilan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung Salman Amar Ra’if, serta Koordinator Forum Pelajar Lampung Utara Rama Adya Ramadhan. Jalil menekankan bahwa upaya menekan angka perundungan harus dimulai dari langkah preventif yang melibatkan pelajar, sekolah, keluarga, dan lembaga terkait. Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama untuk mengurangi dan mencegah perundungan di lingkungan pendidikan. Rama juga mengapresiasi seluruh pihak pendukung kegiatan dan menegaskan workshop ini merupakan langkah awal membangun kesadaran kolektif menolak segala bentuk perundungan.

Baca Juga:  IMM Ushuluddin FIAD UM Surabaya Gelar Gemati Berdiskusi Bahas Wanita Apakah Sama Dengan Laki-laki

Narasumber Profesional Bahas Perundungan dari Berbagai Perspektif

Kekuatan utama Ruang Aman Bersama terletak pada kualitas materi dan narasumber. Workshop menghadirkan Ketua LPAI Lampung Utara Suryanto, drg. Wahyuningsih dari Dinas PPA Lampung Utara, akademisi Djuhardi Basri, serta Salman Amar Ra’if. Diskusi berlangsung dalam format panel interaktif sehingga peserta dapat berdialog langsung dengan para ahli, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman terkait fenomena perundungan di sekolah masing-masing. Sesi lanjutan diisi Ratna Susanti yang memaparkan ciri perundungan modern, termasuk tekanan sosial dan manipulasi emosional di era digital, serta langkah praktis pencegahan yang dapat dilakukan pelajar.

RTL Berkelanjutan: Dari Workshop ke Gerakan Lapangan

Sebagai tindak lanjut nyata, kegiatan ini menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa program empati sebaya yang mendorong siswa saling mendengarkan pengalaman teman terkait perundungan. Program tersebut dirancang sebagai langkah awal pembentukan budaya saling menjaga di lingkungan sekolah. Panitia menegaskan Ruang Aman Bersama akan berlanjut melalui sosialisasi langsung ke berbagai sekolah di Lampung Utara agar pesan anti-perundungan menjangkau lebih luas. Dengan demikian, gerakan pelajar diharapkan tumbuh konsisten dan berkesinambungan.

Simbol Gerakan Pelajar Lampung Utara

Antusiasme peserta, dukungan institusi resmi, serta keberlanjutan program menjadikan Ruang Aman Bersama bukan sekadar kegiatan edukasi, melainkan simbol gerakan pelajar Lampung Utara dalam membangun budaya sekolah yang aman, empatik, dan bebas perundungan. Kolaborasi antara pelajar, lembaga pendidikan, pemerintah, dan aparat menegaskan perubahan besar dapat dimulai dari kesadaran bersama. Kini, Ruang Aman Bersama hadir bukan hanya sebagai nama kegiatan, tetapi sebagai identitas gerakan dengan pesan tegas: lingkungan belajar yang aman adalah hak setiap pelajar sekaligus tanggung jawab semua pihak. (*)

Baca Juga:  Faiza Karamatul, Aktivis IMM Madura Berhasil Meraih Juara I Campus Ambassador UNIBA 2022

1368 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

SUMU Batam Dorong UMKM Tertib Mencatat Keuangan untuk Mengembangkan Usaha

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Batam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat tata kelola keuangan melalui pencatatan…
BeritaDaerah

BikersMu Kota Magelang Menjadikan Touring sebagai Jalan Silaturahmi dan Berbagi

2 Mins read
SEJUK.ID – Touring bagi BikersMu Chapter Kota Magelang bukan sekadar perjalanan menempuh jarak dengan sepeda motor. Di balik roda yang berputar, ada…
BeritaDaerah

BikersMu Temanggung dan Wonosobo Perkuat Sinergi Dakwah dari Jalan Raya

2 Mins read
SEJUK.ID – Sarasehan BikersMu Chapter Temanggung bersama BikersMu Chapter Wonosobo menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dakwah Muhammadiyah. Pertemuan yang…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *