SEJUK.ID – Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah menggelar program Mubaligh Hijrah sebagai tindak lanjut Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah yang berlangsung pada 15–17 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian pembinaan kader dakwah melalui Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Pondok Pesantren. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas santri dalam menyampaikan pesan keislaman di tengah masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026)..
Mengusung tema “Membentuk Kader Dai yang Berakhlak, Berilmu, dan Berprestasi Islami”, kegiatan ini bertujuan meneguhkan peran santri sebagai agen dakwah. Mereka tidak hanya dibekali kemampuan retorika, tetapi juga pembinaan karakter dan kedalaman ilmu. Para peserta diharapkan mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, dakwah yang disampaikan tidak berhenti pada kata-kata, melainkan tercermin dalam tindakan.
Wakil Ketua Badan Pembina Pesantren, H. M. Hadziq, S.Ag., menekankan pentingnya menjaga sikap selama menjalankan amanah di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perilaku santri mencerminkan nama baik lembaga. Menurut dia, masyarakat di lokasi pengabdian harus dipandang sebagai sumber pembelajaran. “Jaga sikap kalian, karena tingkah laku adalah cerminan nama pesantren ini. Jadikan semua di sana sebagai guru,” ujarnya.
Pesan senada disampaikan Mudir pesantren, Dr. M. Shofwan Taufiq, M.Si. Ia menegaskan bahwa menjadi dai pelajar bukan sekadar berani berbicara di depan publik. Lebih dari itu, seorang dai harus memiliki kesiapan akhlak serta keluasan wawasan keilmuan. “Kalian membawa nama pesantren dan Muhammadiyah, maka tunjukkan dakwah yang santun, mencerahkan, dan memberi solusi,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman terjun langsung ke masyarakat merupakan proses pembelajaran yang tidak tergantikan oleh teori di ruang kelas. Interaksi dengan warga akan melatih kepekaan sosial sekaligus memperkaya perspektif santri. Para peserta diminta mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menyampaikan materi dakwah. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan yang disampaikan lebih relevan dan membumi.
Program Mubaligh Hijrah ini diharapkan menjadi momentum penguatan karakter kader dakwah. Pesantren menargetkan lahirnya generasi santri yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, dan peka secara sosial. Melalui kegiatan ini, para peserta diproyeksikan siap berkontribusi di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam yang menyejukkan. Pada akhirnya, kader dai diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berakhlak, berilmu, dan berprestasi Islami. (*)


