SEJUK.ID — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang tergabung dalam Kelompok 15 secara resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Bulu, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Selasa (22/7/2025). Mengusung tema “Menanam Manfaat, Menuai Kolaborasi”, program ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.
Kegiatan pembukaan disambut hangat oleh jajaran perangkat desa dan perwakilan dari Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) UM Surabaya. Dalam sambutannya, perwakilan LRIPM, Bapak Hanafi, menyampaikan bahwa program KKN tahun ini melibatkan ratusan mahasiswa yang disebar ke berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, KKN UM Surabaya 2025 tidak hanya terbatas pada skema reguler, tetapi juga mencakup KKN Wakaf Kolaboratif dan KKN Luar Negeri, yang menjadi bukti bahwa UM Surabaya terus berinovasi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bapak Hanafi menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap mahasiswa senantiasa menjaga etika, menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah, serta mengedepankan semangat kolaboratif dalam menjalankan program kerja.
Sementara itu, Kepala Desa Sawo, Bapak Yasminto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kehadiran mahasiswa KKN. Ia menyatakan bahwa pihak desa sangat terbuka untuk bekerja sama dan siap memfasilitasi berbagai kegiatan yang telah dirancang oleh mahasiswa. Komunikasi aktif dengan perangkat desa, terutama dalam koordinasi dengan kepala dusun dan tim penerangan desa, disebut sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program.
Beberapa program unggulan yang telah disiapkan antara lain:
-
Pengembangan teknologi tepat guna berbasis lingkungan
-
Penyuluhan kesehatan dan gizi keluarga
-
Edukasi pertanian melalui kegiatan Tani Talk
-
Pelibatan aktif masyarakat dalam peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus
-
Pelatihan keterampilan
-
Penguatan UMKM lokal
-
Pembinaan anak dan remaja melalui kegiatan pendidikan nonformal
Dengan mengusung tagline “KKN Berdaya dan Berdampak”, Kelompok 15 bertekad menjadikan program ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, peningkatan empati sosial, dan penguatan kapasitas diri. Semangat ini mencerminkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal yang penuh harapan. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya sebagai pelengkap aktivitas desa, melainkan benar-benar memberikan kontribusi nyata dan membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat. Program KKN ini juga diharapkan menjadi media pembelajaran bermakna yang mampu menanamkan nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan sosial, serta semangat al-Ma’un dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis Junaid. Editor Fathan Faris Saputro.


