Opini

Rasa Syukur di Era Digital

2 Mins read

Oleh: Fathan Faris Saputro

Ketika kita melangkah dalam era digital, kita sering kali terpesona oleh kemajuan teknologi yang memudahkan setiap aspek kehidupan kita. Meskipun begitu, di balik layar sentuh dan konektivitas yang semakin canggih, terdapat esensi yang lebih dalam yang perlu kita pertimbangkan: rasa syukur. Era digital tidak hanya membawa transformasi dalam hal efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga memicu refleksi tentang bagaimana kita menyikapi dan mensyukuri setiap kemudahan yang telah diberikan.

Seiring dengan kemajuan teknologi, akses informasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah dari sebelumnya. Internet menjadi jendela luas yang membuka dunia bagi setiap individu. Kita dapat belajar, berkomunikasi, dan berbagi ide dengan seseorang yang berada di ujung dunia. Namun, di tengah kecanggihan tersebut, terkadang kita melupakan untuk bersyukur atas kemampuan untuk terhubung dengan begitu banyak orang dan pengetahuan tanpa batas.

Tidak hanya itu, era digital juga membawa revolusi dalam dunia pekerjaan. Bekerja dari rumah bukan lagi suatu kemewahan, melainkan menjadi norma. Kemudahan ini, bagaimanapun, tidak boleh dianggap enteng. Menyadari bahwa kita memiliki kesempatan untuk bekerja tanpa harus meninggalkan rumah, mencerminkan suatu keberuntungan yang patut disyukuri. Rasa syukur harus mewarnai setiap hari kerja, mengingat tidak semua orang memiliki akses dan kesempatan yang sama.

Penting untuk diakui bahwa digitalisasi juga memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan. Teknologi memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi kesehatan dengan cepat, mengakses layanan konsultasi online, dan bahkan melakukan pemeriksaan kesehatan jarak jauh. Namun, sementara kita menikmati manfaat ini, kita seharusnya tidak lupa untuk bersyukur atas kesehatan yang kita miliki dan kesempatan untuk mengakses layanan kesehatan tersebut.

Tidak hanya dalam hal pekerjaan dan kesehatan, tetapi digitalisasi juga memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan. Pembelajaran online memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas, terlepas dari batasan geografis. Namun, di samping itu, kita harus menyadari betapa beruntungnya kita bisa belajar secara daring. Tidak semua orang memiliki akses ke perangkat dan koneksi internet yang memadai.

Dalam semua kemudahan ini, kita perlu melihat digitalisasi sebagai sarana untuk merayakan rasa syukur. Bukan hanya dalam hal materi atau kenyamanan, tetapi juga dalam hal kemampuan untuk terhubung dengan dunia, memiliki pekerjaan yang memenuhi, menjaga kesehatan, dan mendapatkan pendidikan. Era digital menawarkan peluang tak terbatas, dan di tengah kesibukan teknologi, kita perlu menyadari dan merayakan setiap momen dengan rasa syukur yang tulus.

Melangkah lebih jauh, digitalisasi juga memberikan panggung bagi kreativitas dan ekspresi pribadi. Media sosial memungkinkan kita untuk berbagi cerita, karya seni, dan pandangan dengan dunia. Namun, di samping eksposur positifnya, kita harus bersyukur atas kemampuan untuk memanfaatkan platform ini dengan bijak. Keterlibatan yang positif dan konstruktif dalam dunia digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan inspirasi dan menjalin hubungan yang bermakna.

Namun, tidak boleh diabaikan bahwa di balik gemerlap teknologi, ada tantangan dan risiko yang perlu diatasi. Ketergantungan pada teknologi, misalnya, bisa mengakibatkan isolasi sosial dan kehilangan keterhubungan dengan dunia nyata. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak hanya bersyukur atas kemudahan teknologi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan nyata.

Rasa syukur juga dapat ditemukan dalam kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan. Produksi perangkat teknologi yang terus meningkat berkontribusi pada peningkatan limbah elektronik. Oleh karena itu, mengadopsi perilaku yang ramah lingkungan dalam penggunaan teknologi adalah wujud syukur kita terhadap keberlanjutan bumi. Menjaga dan melestarikan lingkungan adalah bentuk apresiasi atas karunia alam yang telah memberikan sumber daya untuk teknologi ini.

Dalam perjalanan digital ini, kita juga harus bersyukur atas inovasi dan kemajuan yang terus menerus. Teknologi terus berkembang, memberikan peluang baru dan solusi untuk tantangan global. Sebagai masyarakat yang terlibat dalam era digital, kita memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan ini menuju dampak positif dan keberlanjutan.

Rasa syukur di era digital bukan hanya sekadar frase yang bersifat retoris, tetapi panggilan untuk merenung dan menghargai setiap aspek kehidupan yang ditingkatkan oleh kemajuan teknologi. Digitalisasi harus menjadi alat untuk memperdalam rasa syukur, mengingatkan kita akan keberuntungan dan tanggung jawab yang melekat dalam memiliki akses begitu luas pada kemudahan dan peluang. Mari bersama-sama menjadikan era digital sebagai wadah untuk merayakan dan memperkaya makna rasa syukur dalam setiap langkah kehidupan kita. Wallahu a’lam bishawab.

614 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    Opini

    Aktivis Muda Muhammadiyah Jawa Barat Mantap Mendukung Ganjar-Mahfud MD

    2 Mins read
    Opini

    Identitas Indonesia: Simfoni Kebhinekaan Abadi

    3 Mins read
    Opini

    Tingkat Dampak Positif Video Game pada Aspek Kognitif Sosial

    2 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *