SEJUK.ID – Menjelang perayaan Natal, Tahun Baru 2026, serta datangnya bulan suci Ramadan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Brondong menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Brondong. Kegiatan ini berlangsung di Kantor MUI Kecamatan Brondong, Selasa (16/12/2025).
Ketua Dewan Pimpinan MUI Kecamatan Brondong, Drs. H. Chojin, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta rakor untuk melakukan refleksi dan memperkuat solidaritas sosial, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Momentum ini mari kita jadikan sarana membangun solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Saling membantu untuk meringankan beban mereka,” ujar Chojin.
Selain itu, Chojin menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, khususnya menjelang perayaan Natal pada 25 Desember 2025. Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati pelaksanaan ibadah umat agama lain, tanpa mencampuradukkan praktik peribadatan.
“Mari kita jaga toleransi antarumat beragama dengan saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing, tanpa harus ikut serta dalam ibadah agama lain,” tuturnya.
Terkait pergantian tahun dari 2025 menuju 2026, Chojin mengingatkan agar momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana refleksi dan muhasabah diri. Menurutnya, evaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir penting dilakukan agar ke depan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
“Pergantian tahun hendaknya kita jadikan momentum refleksi dan muhasabah diri menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” katanya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Ketua MUI Brondong juga mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi pemahaman keagamaan, kesehatan jasmani dan rohani, maupun kesiapan ekonomi. Dengan demikian, seluruh rangkaian ibadah Ramadan dapat dijalani dengan khusyuk dan optimal.
“Bulan suci Ramadan mari kita maksimalkan sebagai sarana penguatan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT,” imbuhnya.
Rapat koordinasi antara MUI Kecamatan Brondong dan Forkopimcam ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga ketertiban, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta meminimalkan potensi perilaku negatif di lingkungan masyarakat Kecamatan Brondong. (*)
Penulis Ma’in. Editor Fathan Faris Saputro.


