Opini

Menguak Fakta di Balik Rendahnya Pendidikan di Indonesia

4 Mins read

Sejuk.IDMenurut laporan Education for All Global Monitoring tahun 2012 UNESCO, kualitas pendidikan di Indonesia menempati urutan ke-64 dari 120 negara di dunia. Sementara itu, Indonesia menduduki urutan ketiga dengan 69/127 berdasarkan Education Development Index (EDI). Negara pada tahun 2011. Di sisi lain, data dari KEMENDIKBUD tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 1,8 juta anak yang tidak dapat melanjutkan studi mereka setiap tahunnya. Selain tantangan global yang serba cepat, tantangan dunia pendidikan pun semakin besar sehingga memotivasi siswa untuk berprestasi sebaik mungkin.

Namun demikian, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan seperti: akses pendidikan yang terbatas, jumlah guru yang tidak merata dan kualitas guru itu sendiri yang dinilai kurang baik. Keterbatasan akses pendidikan di Indonesia, terutama di daerah terpencil, berakibat pada peningkatan arus urbanisasi untuk meningkatkan akses pengetahuan di perkotaan.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor ekonomi. Anak-anak dipaksa bekerja untuk menopang ekonomi keluarga mereka. Diketahui, Indonesia saat ini menempati peringkat 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan skor 0,629. Angka tersebut menempatkan Indonesia di belakang dua negara tetangga ASEAN.

Problematika Pendidikan Di Indonesia

Situasi ekonomi yang memburuk di Indonesia juga mempengaruhi sistem pendidikan Indonesia. Ada begitu banyak anak yang tidak mengerti Pendidikan karena pendidikan itu mahal. Oleh karena itu, “agar masyarakat Indonesia tidak tertinggal lagi”, pemerintah mulai menyiapkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang disediakan untuk siswa sekolah dasar dan menengah. Hal itu dilakukan dengan membebaskan biaya pendidikan atau membuat kebijakan sekolah gratis untuk pendidikan dasar.

Dengan adanya kebijakan ini, penulis berharap semua pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain kedua masalah tersebut, masalah yang paling mendasar adalah masalah kualitas pendidikan, karena pendidikan kita saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya trainer yang mengajar namun tidak mumpuni di bidangnya.

Selain itu, kejujuran dan kedisiplinan siswa masih rendah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu bangsa. Tanpa pendidikan, suatu bangsa akan tertinggal dari bangsa lain. Seperti halnya bangsa Indonesia, pendidikan merupakan salah satu upaya yang diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, khususnya negara-negara ASEAN.

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa begitu vitalnya suatu pendidikan itu pada suatu bangsa hingga mereka semua berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas mutunya. Oleh karena itu, pendidikan Indonesia sejatinya perlu diperbaiki baik dari segi sistem pendidikan maupun infrastrukturnya, serta sarana prasarana yang dapat menunjang keberlangsungan aktivitas pendidikan. Pendidikan adalah ujung tombak bagi kemajuan sebuah peradaban

Kurikulum 2013 Sebagai Peningkatan Mutu Pendidikan Di-Indonesia

Kurikulum 2013 merupakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan kontekstual masing-masing daerah dan lingkungan. Dalam kurikulum, penilaian siswa berfokus pada tiga hal: Sikap (jujur, santun, disiplin), keterampilan (melalui tugas praktikum/proyek sekolah), dan pengetahuan ilmiah.

Pada tingkat dasar, seperti sekolah dasar, kurikulum itu lebih memfokuskan pada pembentukan sikap dan kecakapan hidup, sedangkan ilmu pengetahuan “lebih ringan” daripada kurikulum tingkat pertama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu telah menetapkan harga eceran tertinggi untuk buku-buku yang ditujukan untuk peredaran bebas.

Kurikulum 2013 sebenarnya sudah diterapkan di beberapa sekolah terpilih sejak pertengahan tahun 2013, meski sempat menuai kritik karena penerapan nya terkesan dipaksakan. Sebagai organisasi bantuan internasional yang bergerak di bidang pembangunan sosial ekonomi, USAID Indonesia sangat mementingkan pengembangan kualitas pendidikan.

Langkah Pemerintah Untuk Mengentaskan Pendidikan Dari Keterpurukan

Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus diupayakan oleh pemerintah, yakni dengan melalui beberapa program yang sedang berjalan, salah satunya adalah Program Beasiswa Magister USAID-PRESTASI. Tahun ini, USAID-PRESTASI memberikan beasiswa master kepada 31 profesional Indonesia. Program ini terbuka untuk umum dan bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang terampil di bidangnya masing-masing.

Dalam perspektif hari ini, situasi pendidikan di Indonesia masih kritis, terutama terkait lembaga pendidikan di daerah terpencil serta layanan dan infrastruktur pendidikan. Dilaporkan pula bahwa terdapat gedung sekolah yang sudah tidak layak pakai.
Maka dari itu untuk mengatasi berbagai kekurangan tersebut, pemerintah juga mengusahakan berbagai hal agar mutu pendidikan di Indonesia dapat berkembang dan meningkat.

Langkah dan strategi yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah dengan menawarkan magang untuk mengurangi biaya sekolah. Dalam hal ini, pemerintah mengalokasikan 20 persen dana untuk pendidikan. Selain itu kualitas guru ditingkatkan melalui berbagai pelatihan yang meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran kepada siswa nya. Selain itu, pemerintah mendata situasi pendidikan di setiap provinsi di Indonesia. Hal ini penting untuk mengetahui tingkat pendidikan di setiap daerah untuk mencapai standar pelayanan dan standar nasional pendidikan.

Dengan tercapainya kedua hal tersebut, maka mutu pendidikan secara nasional tentunya juga dapat tercapai.
Kualitas sumber daya manusia di Indonesia juga paling rendah. Hal ini dikarenakan pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, “Pendidikan di Indonesia harus segera ditingkatkan untuk menghasilkan generasi yang unggul dalam berbagai bidang, agar bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain dan tidak lagi tertinggal akibat puasa.”

Pendidikan Sebagai Alat Untuk Membentuk Karakter Generasi Penerus Bangsa

Peningkatan pendidikan di Indonesia memerlukan sistem pendidikan yang tanggap terhadap perubahan dan tuntutan zaman. Perbaikan tersebut dilaksanakan mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, sehingga bangsa Indonesia harus menggunakan sistem pendidikan dan model politik yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya dan kemampuan peserta didiknya dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai target yang telah ditentukan harus melalui tahapan-tahapan seperti pendidikan keluarga, pendidikan di masyarakat dan juga pendidikan di sekolah. Sistem semacam ini telah digunakan sejak sekolah dasar. Di sini siswa diajarkan kejujuran, toleransi, disiplin, dan lain-lain.

Nilai-nilai tersebut diajarkan melalui mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), nilai-nilai tersebut juga diajarkan pada tingkat menengah dan perguruan tinggi. Menurut sistem pendidikan ini, “siswa harus mampu bersaing dengan teman-temannya” untuk berpikir kreatif dan inovatif. Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, daerah, budaya dan lain-lain serta pendidikan Indonesia yang terdiri dari pembelajaran formal, non-formal dan informal.

Penulis: Laila Yulia Rahmatin (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

660 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    Opini

    Seni Menyikapi Kabar Media Melalui Teori Dromologi Paul Virilio

    3 Mins read
    Opini

    Krisis Giat Remaja Masa Kini Hingga Muncul Istilah Remaja Jompo

    3 Mins read
    Opini

    Realitas Gelap Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat

    4 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *