NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

SUMU Catalyst Dorong Pelaku Usaha Mulai Digitalisasi dari Masalah Bisnis

2 Mins read

SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst berkolaborasi dengan PT Hanara Prima Solusindo menggelar webinar bertajuk “Jangan Beli Aplikasi Dulu! Kenali Masalah Bisnis Sebelum Memulai Digitalisasi” pada Jumat (11/9/2026).

Webinar yang digelar secara daring tersebut menghadirkan Direktur PT Hanara Prima Solusindo Abdul Hamied sebagai narasumber. Kegiatan ini membahas pentingnya pendekatan yang tepat dalam melakukan transformasi digital agar investasi teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan efisiensi bisnis.

Dalam pemaparannya, Abdul Hamied mengingatkan pelaku usaha agar tidak menjadikan pembelian aplikasi sebagai langkah awal dalam proses digitalisasi. Menurut dia, kebutuhan teknologi seharusnya berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi dalam menjalankan bisnis.

“Digitalisasi jangan dimulai dari pertanyaan aplikasi apa yang harus dibeli, tetapi dari masalah bisnis apa yang ingin diselesaikan. Teknologi akan memberikan manfaat ketika proses, kebutuhan, dan tujuan bisnis sudah dipahami dengan baik,” ujar Abdul Hamied.

Ia menjelaskan, digitalisasi seharusnya ditempatkan sebagai instrumen untuk menyelesaikan persoalan bisnis, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, pelaku usaha perlu memetakan proses kerja, menemukan titik persoalan, kemudian menentukan teknologi yang paling sesuai.

Dalam webinar tersebut, Hanara memaparkan tiga area yang dapat menjadi prioritas dalam digitalisasi bisnis, yakni pasar dan pemasaran, penjualan dan layanan, serta operasional dan kendali bisnis.

Pada aspek pasar dan pemasaran, pelaku usaha dapat memanfaatkan situs web dan berbagai kanal digital untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun interaksi dengan pelanggan. Sementara itu, pada sisi penjualan dan layanan, teknologi dapat digunakan untuk mengelola prospek, melakukan tindak lanjut, serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Adapun dalam operasional, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengelola inventori, transaksi, dan stok. Dasbor bisnis juga dapat dikembangkan untuk menghubungkan proses kerja antardivisi sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan berbasis data.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN MAS Kelompok 135 Desa Teluk Merbau Selenggarakan Penyuluhan Kesehatan untuk Cegah Komplikasi Penyakit

Abdul Hamied menegaskan, digitalisasi tidak selalu harus dilakukan dengan membangun sistem baru dari awal. Pelaku usaha dapat memilih pendekatan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kesiapan bisnis.

“Tidak semua masalah membutuhkan aplikasi baru. Bisa jadi proses kerjanya yang perlu dirapikan, aplikasi yang sudah dimiliki belum dimaksimalkan, atau kebutuhan bisnis sebenarnya sudah bisa diselesaikan dengan aplikasi siap pakai. Sistem khusus baru diperlukan ketika ada kebutuhan penting yang memang belum terlayani oleh solusi yang tersedia,” jelasnya.

Ia juga mendorong pelaku usaha menerapkan transformasi digital secara bertahap. Langkah tersebut dapat dimulai dari satu proses bisnis yang paling prioritas, kemudian diuji dan dievaluasi berdasarkan hasil yang terukur.

“Mulailah dari satu proses yang paling penting. Jalankan, ukur hasilnya, kemudian evaluasi. Kalau terbukti memberikan dampak nyata, baru diperluas ke proses bisnis lainnya,” kata Abdul Hamied.

Melalui SUMU Catalyst, SUMU bersama PT Hanara Prima Solusindo berupaya membangun pemahaman bahwa pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara kritis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Digitalisasi, menurut Abdul Hamied, bukan sekadar mengikuti tren. Teknologi harus menjadi sarana untuk memperbaiki cara bisnis menjangkau pelanggan, menjalankan pekerjaan, mengelola operasional, hingga mengambil keputusan.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran SUMU Catalyst sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi pelaku usaha Muhammadiyah. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan mengambil manfaat dari transformasi digital secara berkelanjutan. (*)

Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1343 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Perkemahan AUM Se-Purbolinggo Dibuka, Hizbul Wathan Didorong Terus Berkemajuan

1 Mins read
SEJUK.ID – Perkemahan Hizbul Wathan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Purbolinggo resmi dimulai di Bumi Perkemahan Toto Harjo, Purbolinggo, Lampung Timur, Jumat (11/9/2026)….
BeritaDaerah

SUMU Tulungagung Buka Klinik Bisnis, Pelaku Usaha Bedah Masalah Perusahaan

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung melalui Bidang Pengembangan Bisnis menghadirkan Klinik Bisnis: Konsultasi, Mentoring, dan Bedah Masalah Nyata Perusahaan. Program…
BeritaDaerah

OMI 2026 Jadi Ajang Murid Madrasah Brondong Asah Kemampuan Sains dan Matematika

1 Mins read
SEJUK.ID – Puluhan murid madrasah di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 yang digelar Kelompok Kerja Kepala Madrasah…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *