SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung melalui Bidang Pengembangan Bisnis menghadirkan Klinik Bisnis: Konsultasi, Mentoring, dan Bedah Masalah Nyata Perusahaan. Program ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membahas persoalan yang mereka hadapi sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan di perusahaan.
Berbeda dari seminar atau pelatihan pada umumnya, Klinik Bisnis digelar dengan jumlah peserta terbatas. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga membawa persoalan nyata dari perusahaan masing-masing untuk dikonsultasikan dan dibedah bersama.
Masukan diberikan berdasarkan pengalaman praktis narasumber serta pertukaran pengalaman antarpeserta. Dengan format tersebut, peserta memiliki ruang yang lebih leluasa untuk membicarakan persoalan perusahaan secara terbuka.
Diikuti Tujuh Pelaku Usaha
Batch pertama Klinik Bisnis digelar pada Minggu (6/9/2026) dan diikuti tujuh pelaku usaha. Konsultasi dan mentoring dipandu Alfath, praktisi sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola organisasi.
Pembahasan berfokus pada persoalan organisasi bisnis, manajerial, dan sumber daya manusia. Sejumlah aspek yang dibahas antara lain pengembangan organisasi, sistem kaderisasi dan manajemen talenta, sistem penggajian, penyusunan sistem kompetensi jabatan dan asesmen, rekrutmen dan pengembangan SDM, serta sistem berbasis kinerja seperti indikator kinerja utama (KPI) dan Balanced Scorecard.
Format terbatas menjadi salah satu kekuatan program tersebut. Peserta dapat menyampaikan persoalan perusahaan secara lebih privat sekaligus memperoleh masukan yang sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.
Salah satu peserta, Ardian, CEO Upaz Net, menilai format tersebut membuat proses konsultasi dan diskusi berjalan lebih efektif.
“Menurut saya, program ini sangat bermanfaat karena pesertanya terbatas sehingga suasananya lebih privat dan kita bisa lebih leluasa untuk berdiskusi,” ujar Ardian.
Menurut dia, materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Peserta dapat langsung mengaitkannya dengan persoalan yang sedang terjadi di perusahaan.
“Materi yang diberikan juga tidak hanya teori. Kita bisa langsung membawa dan membahas masalah yang sedang terjadi di perusahaan sehingga bisa mendapatkan masukan, solusi, sekaligus berbagi pengalaman dengan peserta lainnya,” katanya.
Ardian mengatakan pengetahuan yang diperoleh juga dapat dijadikan referensi untuk memperbaiki pengelolaan perusahaan.
“Klinik bisnis ini sangat membantu karena ilmu yang didapat bisa dijadikan referensi atau langsung diterapkan dalam kondisi nyata di perusahaan,” ujarnya.
Berangkat dari Masalah Nyata
Klinik Bisnis dikembangkan dengan pendekatan bahwa setiap perusahaan memiliki persoalan yang berbeda. Karena itu, penyelesaian masalah bisnis tidak selalu dapat diperoleh melalui teori atau materi yang bersifat umum.
Melalui program tersebut, peserta diajak mengidentifikasi persoalan, menemukan akar masalah, memperoleh perspektif baru, serta menyusun alternatif solusi yang sesuai dengan kondisi perusahaan masing-masing.
Pendekatan itu diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat digunakan sebagai referensi dalam mengambil keputusan dan memperbaiki sistem perusahaan.
Korda SUMU Tulungagung mengatakan Klinik Bisnis merupakan salah satu program kerja Bidang Pengembangan Bisnis yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi anggota SUMU sekaligus pelaku usaha dan UMKM secara lebih luas.
“Harapan saya sebagai Korda SUMU Tulungagung, program ini bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi anggota, khususnya dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Tetapi kami juga ingin manfaatnya tidak berhenti di anggota SUMU saja,” ujarnya.
Menurut dia, pelaku usaha membutuhkan ruang untuk belajar dan berkonsultasi mengenai persoalan yang benar-benar mereka hadapi, mulai dari organisasi, manajemen, SDM, hingga sistem kerja perusahaan.
“SUMU harus bisa hadir memberikan manfaat. Anggota tentu menjadi bagian yang kami prioritaskan, tetapi secara lebih luas kami ingin program-program SUMU juga bisa dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya. Intinya, SUMU bermanfaat untuk semuanya,” katanya.
Batch Kedua Digelar Akhir September
Setelah pelaksanaan batch pertama, Klinik Bisnis bertema Organisasi Bisnis, Manajerial, dan HR akan kembali digelar pada batch kedua pada akhir September 2026.
Konsep peserta terbatas tetap dipertahankan agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang cukup untuk berkonsultasi, mengikuti mentoring, dan membedah persoalan bisnis secara lebih mendalam.
Program ini menjadi bagian dari upaya SUMU Tulungagung membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mendorong terciptanya organisasi yang sehat, sistem manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang berkembang.
Melalui Klinik Bisnis, SUMU Tulungagung ingin membangun budaya saling belajar, berbagi pengalaman, dan membantu menyelesaikan persoalan usaha.
Bagi SUMU Tulungagung, organisasi bukan sekadar tempat untuk berkumpul, melainkan juga harus mampu menghadirkan manfaat dan solusi nyata bagi pelaku usaha. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


