SEJUK.ID – Perkemahan Hizbul Wathan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Purbolinggo resmi dimulai di Bumi Perkemahan Toto Harjo, Purbolinggo, Lampung Timur, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (13/9/2026) itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kepanduan bagi kader dan peserta didik di lingkungan AUM se-Purbolinggo.
Mengusung tema “Merawat Nyala Kepanduan, Melangkah Bersama Menuju Hizbul Wathan Berkemajuan”, perkemahan tersebut diikuti peserta dari berbagai AUM Muhammadiyah se-Purbolinggo. Kegiatan ini juga melibatkan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah sebagai bagian dari kolaborasi penyelenggaraan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan. Prosesi tersebut berlangsung khidmat sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian perkemahan selama tiga hari.
Pembina upacara, Dr. Muhammad Shofwan Taufiq, M.S.I., mengatakan, perkemahan tidak sekadar menjadi kegiatan di alam terbuka. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan peserta.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk merawat semangat kepanduan sekaligus memperkuat kebersamaan antarkader dan peserta didik Muhammadiyah. Harapannya, dari kegiatan ini lahir generasi Hizbul Wathan yang berakhlak, berilmu, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Taufiq.
Menurut dia, perkemahan tersebut diharapkan turut memperkuat eksistensi Hizbul Wathan di lingkungan AUM se-Purbolinggo. Nilai-nilai kepanduan tidak hanya diterapkan melalui kegiatan teknis, tetapi juga melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ketua Panitia Robi Ahmad Farizi menilai kolaborasi antarsekolah dan pesantren menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kaderisasi Muhammadiyah yang berkelanjutan.
“Kita ingin perkemahan ini menjadi ruang bertemunya semangat, pengalaman, dan potensi dari berbagai AUM. Dari sini kita belajar bahwa kemajuan Hizbul Wathan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kebersamaan,” kata Robi.
Setelah upacara pembukaan, peserta mengikuti berbagai agenda perkemahan hingga Minggu. Kegiatan dirancang untuk membangun karakter melalui pengalaman belajar, kebersamaan, kepanduan, dan aktivitas luar ruang.
Melalui perkemahan tersebut, semangat kepanduan diharapkan terus menyala di lingkungan AUM se-Purbolinggo. Kegiatan ini sekaligus menjadi ikhtiar menyiapkan generasi Muhammadiyah yang berakhlak, berilmu, mandiri, dan berkarakter. (*)


