SEJUK.ID – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia kembali diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh yang diinisiasi Majelis Pendidikan dan Kesehatan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia.
Program tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia melalui kolaborasi Majelis Pendidikan dan Kesehatan, Majelis Kesejahteraan Sosial PCIA Malaysia, Lazismu Malaysia, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.
Program yang dikelola Tim Pengelola Orang Tua Asuh itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah donatur, baik dari lingkungan internal PCIA Malaysia maupun para sahabat dan simpatisan, telah bergabung untuk berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.
Untuk memudahkan partisipasi masyarakat, donasi dikemas dalam bentuk komitmen selama enam bulan dengan nominal minimal RM10 per bulan tanpa batas maksimal. Skema tersebut diharapkan mampu mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak Sanggar Bimbingan.
Berkat amanah para donatur, hingga kini Program Orang Tua Asuh telah memberikan bantuan kepada sembilan anak Sanggar Bimbingan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan sehingga mereka dapat terus belajar dengan lebih tenang.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di sela kegiatan pembelajaran dan pelatihan baca, tulis, dan hitung (Calistung) yang berlangsung di Rumah Hamka Malaysia pada Juli 2026.
Bantuan diserahkan oleh Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Handayani, Wakil Ketua PCIM Malaysia Dr. Zeldi Suryady, serta Ketua Lazismu Malaysia Ustaz Abdul Latif, Lc. Sementara itu, bantuan bagi anak-anak yang berhalangan hadir diwakilkan kepada para pengelola dan guru Sanggar Bimbingan.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh haru. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian yang dihimpun dari banyak pihak mampu menghadirkan harapan baru bagi masa depan anak-anak.
Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Handayani menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus diperjuangkan bersama.
“Setiap anak berhak bermimpi, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Menurut Dini, melalui Program Orang Tua Asuh, siapa pun dapat menjadi bagian dari perjalanan anak-anak tersebut menuju masa depan yang lebih baik.
“Sedikit yang kita sisihkan hari ini mungkin terasa kecil bagi kita, namun dapat menjadi harapan besar bagi mereka untuk terus belajar, bersekolah, dan menggapai cita-citanya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan dan Kesehatan PCIA Malaysia Nurul Octovia menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya melalui Program Orang Tua Asuh.
“Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita, melapangkan rezeki, dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi masa depan anak-anak.
“Mungkin bagi kita ini hanya sedikit, tetapi bagi mereka, inilah awal dari sebuah masa depan,” ucapnya.
Melalui sinergi antara PCIA Malaysia, Majelis Pendidikan dan Kesehatan, Majelis Kesejahteraan Sosial, Tim Pengelola Orang Tua Asuh, Lazismu Malaysia, serta para donatur, Program Orang Tua Asuh diharapkan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak anak Sanggar Bimbingan agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.
Program ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata tanggung jawab sekolah atau orang tua, melainkan hasil dari kepedulian bersama. Melalui Program Orang Tua Asuh, kepedulian tersebut menjelma menjadi harapan bagi sembilan anak untuk terus belajar, melangkah dengan penuh semangat, dan menggapai cita-cita.
Ikhtiar bersama ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Setiap ringgit yang disisihkan bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi kebaikan yang menumbuhkan harapan, menguatkan mimpi, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. (*)
Reporter : Nita Nasyitah. Editor : Fathan Faris Saputro


