SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar Kopdar SUMU di Alba Garden, Jumat (18/9/2026). Pertemuan kali ini dikemas dalam suasana santai dengan konsep grounding, yakni lesehan sambil menikmati rujak buah dan nasi thiwul bersama.
Kopdar tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha sekaligus membuka percakapan mengenai berbagai kondisi nyata yang dihadapi peserta dalam menjalankan usaha. Suasana yang lebih cair membuat peserta dapat berbagi pengalaman dan persoalan usaha secara terbuka.
Berbeda dari pertemuan yang berfokus pada penyampaian materi, Kopdar SUMU kali ini memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk membawa dan membagikan salah satu dari empat hal, yakni satu masalah usaha, satu ilmu atau pengalaman, satu produk untuk diperkenalkan, atau satu peluang kolaborasi.
Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi. Berbagai persoalan usaha mengemuka dalam diskusi, mulai dari pemasaran, pencitraan merek, sumber daya manusia, permodalan, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, distribusi, hingga penguatan sistem dan manajemen.
Di sisi lain, peserta juga saling berbagi keahlian, memperkenalkan produk dan layanan yang dimiliki, serta membuka peluang kerja sama. Dengan demikian, kopdar tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi ruang untuk saling mengenali potensi dan kebutuhan antaranggota serta pelaku usaha yang hadir.
Koordinator Daerah (Korda) SUMU Tulungagung, Lutfy Azizah, mengatakan hasil Kopdar SUMU akan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan arah program kerja SUMU ke depan.
“Kita ingin program SUMU benar-benar berangkat dari kebutuhan yang nyata. Karena itu, kita perlu mendengar langsung apa yang sedang dihadapi para pelaku usaha, apa yang mereka butuhkan, apa yang bisa mereka bagikan, dan peluang apa yang bisa kita hubungkan,” kata Lutfy.
Menurut Lutfy, pemetaan yang dilakukan melalui kopdar diharapkan membuat program-program SUMU berikutnya lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta pelaku usaha.
“Hasil kopdar ini menjadi acuan bagi kami untuk menyusun program selanjutnya. Harapannya, program SUMU bukan sekadar kegiatan, tetapi benar-benar membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anggota dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Kopdar SUMU Tulungagung menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang saling terhubung. SUMU tidak hanya diharapkan menjadi ruang untuk berkumpul, tetapi juga tempat untuk berbagi, belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama.
Melalui semangat “Srawung, Urun Kweruh, Mbangun, Uwoh”, SUMU Tulungagung terus mendorong agar hubungan antarpelaku usaha tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berkembang menjadi pengetahuan, kolaborasi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata.
SUMU diharapkan terus menjadi ruang yang bermanfaat bagi semuanya. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


