NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

Merefleksikan Kembali Keindonesiaan Kita

2 Mins read

Sejuk.IDFascho Institute menghelat kegiatan “Cakap Buku” secara luring di Aula Fastabiqul Khairat, Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam kegiatan ini, buku yang diangkat sebagai bahan diskusi adalah salah satu karya terbaru Sudarnoto Abdul Hakim yang bertajuk “Indonesia Raya: Esai-Esai Agama dan Politik Kebangsaan” yang diterbitkan oleh penerbit Suara Muhammadiyah, pada Senin (13/3/2023).

Adapun pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional sekaligus sebagai penulis buku) dan Farid Hamzens (Antropolog dan pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Dalam pengantarnya, Ivansyah selaku perwakilan Fascho Institute menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembicara dan audiens yang telah berkenan hadir pada program perdana Fascho Institute ini.

Fascho Institute, ujar pria yang akrab disapa Ivan ini, mengusung tagline “Muda Berkemajuan” yang dapat dimaknai sebagai sebuah spirit bahwa anak-anak muda mesti bersemangat untuk memasuki alam kemajuan, salah satunya dengan menggalakkan kegiatan literasi.
“Semoga Fascho Institute bisa konsisten dan memberikan terobosan-terobosan yang baik,” harapnya.

Sebagai pembicara pertama dan penulis buku, Sudarnoto Abdul Hakim memberikan ulasan tentang bagian-bagian yang tertuang dalam karya terbarunya tersebut. Salah satu bagian yang cukup disorotinya ialah terkait Islam Wasathiyah dan paham transnasionalisme yang tidak menutup kemungkinan dapat mengancam Pancasila.

Menurutnya, Indonesia dapat dikatakan sebagai pusat Islam Wasathiyah dan hal ini diperkuat dengan lahir “Pesan Bogor” yang substanisnya adalah menekankan perlunya paradigma Islam yang tengahan. Akan tetapi, sambungnya, Islam Wasathiyah juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak kecil.

“Menurut saya, Wasathiyatul Islam itu masih memghadapi tantangan berupa ketidakadilan, diskriminasi, dan termasuk islamopobia,” tuturnya.

Baca Juga:  Smartfren Community Bersama GPMB Siap Tingkatkan Literasi Indonesia

Lebih lanjut, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional ini menilai bahwa Indonesia raya itu adalah sebuah cita-cita yang ongoing process, suatu proses terus-menerus. Maka dari itu, ia menekankan pentingnya merawat Indonesia dengan aksi nyata sebagai bentuk rasa cinta terhadap Tanah Air. “Jika tidak dirawat, kerayaan kita akan tergerogoti,” tegasnya.

Sementara itu, apresiasi yang tinggi terhadap karya terbaru Sudarnoto ini disampaikan oleh Farid Hamzens. Menurutnya, negara-bangsa menjadi kata kunci dalam konteks hubungan antara agama dan negara sebagaimana yang diulas dalam buku tersebut.

“Pak Noto barangkali sudah seperti Bennedict Anderson yang memiliki wawasan kesejarahan yang mendalam. Ini bentuk apresiasi saya kepada beliau,” ungkapnya.

Selain itu, Farid menilai bahwa Muhammadiyah justru dapat memainkan peran di tengah berbagai musibah yang menimpa bangsa ini. Dengan AUM yang dimiliki, lanjutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk tampil sebagai problem solver atas berbagai masalah kebangsaan.
“Muhammadiyah harusnya bisa menjadi solusi atas musibah yang menimpa bangsa ini,” pungkasnya.

Di tengah-tengah diskusi, Din Wahid yang merupakan kader Muhammadiyah dan baru saja dilantik sebagai Wakil Rektor IV UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga menyempatkan hadir dalam kegiatan ini. Alumni Ikatan Mahaiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat ini juga memberikan sepatah kata sekaligus motivasi kepada para audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa dan anak-anak muda.

Penting untuk diketahui, Fascho Institute adalah sebuah komunitas yang digerakkan oleh anak-anak muda dan tidak memiliki hubungan struktural dengan IMM, khususnya Cabang Ciputat meskipun para penggeraknya aktif di ortom Muhammadiyah tersebut.

Reporter : Doni Renaldi

1156 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaNasional

SUMU Gandeng URUZIN, Tegaskan Legalitas Bukan Formalitas, Melainkan Kunci Naik Kelas Bisnis

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan berbasis nilai dengan menggandeng PT Uruzin Solusi Bisnis dalam…
BeritaDaerah

Rakerda dan Halalbihalal SUMU Tulungagung, Perkuat Sinergi Wirausaha Berkemajuan

1 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal. Kegiatan ini mengusung tema “Menyatukan…
BeritaDaerah

Regenerasi Kepemimpinan IPM Darul Hikmah Dimulai, Pengurus Baru 2026–2027 Resmi Dilantik

2 Mins read
SEJUK.ID – Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah periode 2026–2027 resmi digelar pada Kamis (16/4/2026)…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *