BeritaDaerah

Kupas Psikologi Perkembangan di Anjangsana Kelas Satu SD Musaka

2 Mins read

Sejuk.IDPsikologi Perkembangan kali ini dibahas lewat forum kegiatan Anjangsana SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng oleh pemateri Moh Saifudin SKep Ns SPsi MKes

Anjangsana kali ini terlaksana di rumah Anindya Dzakiyah Masfah kelas 1 siswa SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng, (12/3/2023).

Program ini bertujuan tidak hanya menyambung komunikasi antara wali murid dan Asatidzah akan tetapi juga untuk merekatkan hubungan antara guru dengan wali murid serta terjalinnya tali silahturahmi sebagai jalan untuk memperkuat ukhuwah untuk SD Musaka.

Kegiatan Anjangsana kali ini di hadiri oleh para siswa kelas 1 bersama wali murid (paguyuban kelas 1) dan juga dewan Asatidzah SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng. Semangat Ukhuwah sangat nampak yang ditunjukan oleh para wali murid bersama siswa-siswi sekaligus para Asatidzah SD Musaka yang digambarkan oleh sebuah kondisi cuaca pada saat hujan tiba-tiba datang dari langit akan tetapi semangat berukhuwah tidak pernah padam.

Pada pertemuan Anjangsana kali ini Alhamdulillah sangat menarik dengan adanya penyampaian materi tentang Psikologi perkembangan yang di sampaikan oleh Moh Saifudin SKep Ns SPsi MKes salah satu Dosen Keperawatan Umla.

Beliau menyampaikan psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa yang merupakan dasar dari kita untuk berperilaku untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Psikologi perkembangan adalah psikologi yang mempelajari tahap tahap perkembangan manusia.

Menurutnya, perkembangan manusia menurut Sigmund Freud bisa dibagi menjadi fase oral usia 0-1 tahun, anal 1-3 tahun, Phalik 3-6 tahun, fase Laten 6-12 tahun dan Fase Genital 12-Dewasa.

“Setiap fase perkembangan ada tugas Perkembagan yang harus selesai dan tuntas karena kalau tidak akan mempengaruhi proses perkembangan di fase-fase selanjutnya, sehingga orang tua dan guru harus memahami dan mengaplikasikan dan terus belajar tentang fase perkembangan anak dan anak didiknya,” ucapnya.

Ia menambahkan, keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, jadi keluarga baik ayah ibu dan anggota keluarga yang lain haru saling berkomunikasi dan saling ada ada keterbukaan dan komunikasi efektif dan assertif dalam keluarga untuk menghindarkan adanya miskomunikasi dan mispersepsi antar anggota keluarga.

Orangtua dan guru diharapkan mampu untuk menjadi role model dan contoh yang baik untuk anak dan anak didiknya dan mempunyai kepribadian yang mantap dan positif dengan selalu berlatih untuk menyesuaikan antara apa yang dirasakan, diucapkan dan dilakukan dalam hal kebaikan tentunya.

Sehingga dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan sangat diperlukan sinergitas, kordinasi dan kerjasama yang baik, saling mengisi dan saling memberi antara anak didik, guru dan orangtua.

“Anjangsana ini sangat luar biasa untuk peningkatan komunikasi, kerjasama dan koordinasi antar komponen pendidikan,” kesannya.

“Program kegiatan Anjangsana sangat luar biasa dan kedepan bisa dikemas dengan lebih menarik, efektif dan efisien,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)

685 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    BeritaDaerah

    Dosen UMLA Luncurkan Buku Model Pendidikan Karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyaaan Berbasis Keterampilan 4C

    1 Mins read
    BeritaNasional

    Kontribusi Lazismu dalam Beasiswa untuk Warga Palestina

    2 Mins read
    BeritaDaerah

    DPD IMM Kaltim Beraksi: Mengampanyekan Keselamatan di Bekas Tambang untuk Cegah Tragedi Kecelakaan

    1 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *