SEJUK.ID – Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, mengajak jamaah memaknai kemerdekaan secara lebih utuh. Kemerdekaan tidak sekadar terbebas secara fisik, tetapi juga merdeka secara mental dengan berlandaskan iman, ilmu, dan amal.
Pesan tersebut disampaikan Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang, Anang Amiruddin Nugroho, dalam Pengajian Ahad Pagi yang mengangkat tema refleksi kemerdekaan dari perspektif kehidupan beragama. Pengajian berlangsung di Aula Kalurahan Balecatur, Gamping, Sleman, Ahad (9/8/2026).
Anang mengatakan, kemerdekaan tidak dapat dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Setiap orang tetap membutuhkan kendali diri agar kebebasan yang dimiliki tidak berubah menjadi keterikatan pada hawa nafsu.
“Menikmati kemerdekaan pada hakikatnya harus merdeka secara fisik dan mental. Merdeka bukan berarti sepenuhnya bebas karena tetap ada batasan yang harus diketahui,” kata Anang.
Menurut dia, kebebasan yang melampaui batas justru menunjukkan seseorang belum sepenuhnya merdeka. Ketika keputusan dan tindakan dikendalikan hawa nafsu, manusia masih berada dalam bentuk keterpasungan yang lain.
“Ketika keputusan dan tindakan dikendalikan hawa nafsu, manusia masih berada dalam bentuk keterpasungan yang lain,” ujarnya.
Anang menekankan bahwa kemerdekaan semestinya menjadi kecakapan diri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Setiap pilihan perlu dilandasi iman, diperkuat dengan ilmu, dan diwujudkan melalui amal yang memberikan manfaat.
“Kalau kemerdekaan hanya dimaknai sebagai bebas melakukan apa saja hingga melampaui batas, sebenarnya kita belum sepenuhnya merdeka karena masih terpasung oleh hawa nafsu,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menjalani kehidupan dan menebar kebaikan.
“Pada hakikatnya, kemerdekaan merupakan refleksi kebersyukuran seorang hamba terhadap kesempatan yang diberikan oleh Rabb-nya,” tutur Anang.
Melalui pengajian tersebut, jamaah diajak menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang refleksi. Kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kebebasan dari belenggu fisik, tetapi diwujudkan melalui kemampuan mengendalikan diri, memperluas pengetahuan, meningkatkan kualitas amal, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. (*)


