SEJUK.ID – Udara sejuk lereng Arjuno menjadi saksi konsolidasi dakwah komunitas yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya. Bertempat di Villa Maison, Tretes, kegiatan Rapat Kerja (Raker) berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (13–14/5/2026), dengan mempertemukan unsur Muhammadiyah Learning Center (MLC) dan BikersMu dalam satu forum strategis.
Mengusung tema “Menembus Batas Membangun Sinergi, Mencerahkan dan Menghadirkan Harapan”, forum tersebut menjadi ruang penyusunan arah gerak dakwah komunitas Muhammadiyah di tengah masyarakat urban. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan kolaborasi antarlembaga, terutama dalam pendampingan mualaf serta pendekatan dakwah melalui komunitas otomotif.
Ketua LDK PDM Surabaya, Dr. H. Mulyono Najamuddin, M.Pd.I., memimpin langsung jalannya pembahasan program kerja. Sementara itu, pembukaan resmi dilakukan Wakil Ketua PDM Surabaya, Drs. H. Muhammad Luthfi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Muhammad Luthfi menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus mampu hadir secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurut dia, program dakwah tidak boleh berhenti sebatas konsep administratif atau agenda seremonial.
“Program dakwah harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penguatan legitimasi organisasi melalui keberadaan Muhammadiyah Learning Center (MLC) dan BikersMu yang kini telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Legalitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperluas gerakan dakwah komunitas di berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, Luthfi mendorong optimalisasi sumber daya organisasi melalui pola kolaborasi pembiayaan yang akuntabel. Ia meminta seluruh program dapat disinergikan dengan Lazismu agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Pemilihan kawasan Tretes sebagai lokasi kegiatan disebut bukan tanpa pertimbangan. Suasana pegunungan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dinilai mampu membangun kedekatan emosional antarpeserta sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
“Suasana yang santai namun tetap serius ini membantu kami berpikir lebih jernih dalam merumuskan langkah-langkah dakwah ke depan,” ujar salah satu peserta Raker.
Tidak hanya diisi dengan pembahasan program kerja, kegiatan tersebut juga diselingi aktivitas kebugaran seperti berenang pada pagi hari. Agenda nonformal itu menjadi bagian dari upaya menjaga stamina peserta agar tetap prima selama mengikuti forum diskusi yang berlangsung cukup padat.
Melalui pertemuan lintas komunitas ini, Muhammadiyah Surabaya berharap mampu menghadirkan wajah dakwah yang lebih inklusif, ramah, dan dekat dengan masyarakat. MLC diarahkan untuk memperkuat pendampingan mualaf, sedangkan BikersMu diharapkan menjadi pintu masuk dakwah di kalangan komunitas motor dan generasi muda.
Langkah tersebut menandai perubahan pendekatan dakwah Muhammadiyah yang kini tidak lagi terbatas di ruang-ruang formal keagamaan. Dakwah diupayakan hadir lebih fleksibel dengan menyentuh komunitas sosial, hobi, dan ruang interaksi masyarakat sehari-hari.
Dengan semangat kolaborasi yang dibangun di lereng Arjuno, LDK PDM Surabaya optimistis dakwah komunitas akan semakin mampu “menembus batas” serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat perkotaan. (*)
Penulis : Indra Permana | Editor : Fathan Faris Saputro


