Opini

Krisis Giat Remaja Masa Kini Hingga Muncul Istilah Remaja Jompo

3 Mins read

Oleh: Sugiati

Menurut WHO (World Health Organization), seseorang yang tergolong remaja adalah mereka yang berusia 12-24 tahun. Sekurang dari itu dapat dikatakan anak-anak ataupun jika lebih dari itu dapat dikatakan dewasa. Remaja menjadi salah satu golongan yang diharapkan bangsa, dapat ikut serta berkontribusi bagi kemajuan di negeri ini. Tentu saja remaja perlu memiliki keahlian dan ketekunan yang dapat menempa dirinya, menjadikannya lebih mampu meningkatkan value dirinya.

Meski begitu, keadaan remaja saat ini masih jauh dari harapan dan impian sama dengan negara maju, padahal harapan setiap negara tentu saja menjadi negara maju dari segi apapun. Menurut ADF (2024), kesejahteraan remaja di Indonesia mendapatkan peringkat 58 dari 158 negara. Tentu saja hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Perlunya perhatian khusus oleh pemerintah, pihak yang berwenang serta para stekholder untuk menangani permasalahan ini.

Permasalahan remaja yang perlu mendapatkan perhatian serius diantaranya adalah kasus pernikahan dini yang semakin marak diperbincangkan. Akibatnya, meningkat pula status perceraian yang dialami oleh remaja karena ketidaksiapan akan menjalin hubungan rumah tangga. Ketidaksiapan itu dapat berupa mental, ekonomi bahkan ketidaksiapan akan peran baru dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, seperti yang diketahui bahwa remaja adalah golongan penerus bangsa, tentu ikut menentukan nasib bangsa ke depan. Oleh karena itu polemik-polemik tentang remaja perlu segera ditangani.

Fenomena itu biasanya ditemui pada wilayah-wilayah dengan tingkat kemajuan rendah sehingga proses sosialisasi menjadi kurang. Seyogyanya ini adalah akar permasalahan yang mesti diselesaikan segera dan dapat dikurangi dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada pada remaja. Sebagai penerus bangsa, remaja juga memiliki kewajiban kontribusi dan kolaborasi dengan negara. Ketidaktahuan dan kualitas diri yang menurun mengakibatkan kemerosotan demi kemerosotan dipelihara di wilayah-wilayah dengan tingkat kemajuan rendah.

Remaja adalah kunci dari segala kunci untuk memutus rantai kemerosotan itu bagi keberlanjutan kehidupan yang lebih baik. Manakala kualitasnya masih atau terus sama, berarti secara tidak langsung degradasi dan krisis kualitas remaja senantiasa dipelihara. Oleh karena itu, perlu kesadaran diri dan tindakan pasti dalam menangani permasalahan tersebut.

Contoh sederhana dari adanya krisis kualitas remaja adalah krisis giat dalam mengerjakan sesuatu. Remaja cenderung mengalami kemerosotan atau degradasi rajin dalam beberapa dekade. Kemajuan yang terjadi saat ini memengaruhi segala dinamika kehidupan, salah satunya kemajuan teknologi yang membuat semua serba cepat dan praktis. Alih-alih menjadikan hal itu sebagai wadah pengembangan diri, remaja saat ini malah asyik ongkang-ongkang kaki.

Krisis giat, sepertinya itu adalah istilah yang tepat untuk menampung definisi kondisi remaja saat ini. Banyak dari remaja yang hanya menginginkan sesuatu yang instan dan tidak ada keinginan berusaha lebih karena dilatarbelakangi oleh rasa malas. Sebut saja saat mengerjakan tugas atau pekerjaan dari sekolah atau kampus. Hanya sebagian kecil remaja yang dengan giat mengerjakan tugasnya, sebagian lainnya senang nongkrong di caffe ataupun di warung kopi untuk membeli kopi tiga ribu dan menumpang Wi-Fi sepuasnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, padahal sebenarnya waktu-waktu seperti itu dapat dimanfaatkannya untuk mengerjakan tugas.

Barangkali ini hanya contoh kecil dari beberapa fenomena lain yang lebih besar dan perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak. Berbagai kemajuan saat ini seperti memanjakan remaja hingga membuatnya terpaku pada zona nyaman dan enggan keluar dari zona nyaman tersebut. Lebih-lebih untuk berdampak, sesederhana mengerjakan tugas sekolah atau kampus bagi dirinya sendiri saja enggan.

Kemerosotan demi kemerosotan tengah terjadi saat ini, padahal kemajuan demi kemajuan juga beriringan menjadi harapan masa kini. Kemajuan nilai diri, kemajuan kemampuan diri dan proses perkembangan diri remaja yang diharapkan dapat berkontribusi menjadi harapan yang akan pupus manakala krisis giat ini dinormalisasi terus menerus.

Fenomena ini kemudian kerap dihubungkan dengan istilah remaja jompo yang sedang marak saat ini. Menurut Dian (2024), istilah remaja jompo mengarah pada kondisi dimana remaja mengalami kelelahan, kurang gerak hingga mengalami gangguan kesehatan mental yang membuat mereka malas mengerjakan sesuatu dan bermuara pada rasa bosan meskipun baru sebentar melakukan hal produktif, seperti mengerjakan tugas sekolah atau kampus.

Kemajuan teknologi yang semakin canggih dan membuat semua serba praktis, tak ayal membuat mereka malas gerak. Padahal, seperti yang diketahui bahwa terdapat dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi. Golongan remaja jompo seringkali tidak dapat memanfaatkan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi tersebut. Meski begitu, secara umum penyebab dari remaja jompo dan malas gerak serta adanya krisis giat adalah kurangnya aktivitas fisik, merasa stres, jam tidur yang kurang dari jam normal dan gaya hidup yang tidak sehat.

Tentu saja ini menjadi permasalahan yang mesti diselesaikan segera sebelum menjalar lebih luas terhadap keberlanjutan kehidupan remaja. Remaja dapat memulai dengan cara memperbaiki kualitas hidupnya, dari bagaimana caranya menikmati hidup dan menjalani kehidupan secara sehat dan tidak toxic. Lebih dari itu, relasi juga menentukan bagaimana remaja dapat menjalani kehidupannya dan menentukan kualitas hidupnya, maka memiliki relasi yang baik, produktif dan positif akan membantu mengurangi permasalahan.

Sugiati, Penulis Buku dan Kolumnis.

666 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    Opini

    Empat Makanan yang Kerap Ditemui Saat Hari Raya Idul Adha

    3 Mins read
    Opini

    Filantropi Islam dan Masa Depan Kemanusiaan

    4 Mins read
    Opini

    Seni Menyikapi Kabar Media Melalui Teori Dromologi Paul Virilio

    3 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *