NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
Opini

Konsep Welas Asih: Fondasi Pendidikan yang Kuat

1 Mins read

Oleh: Khosiyatika, M.Pd., Ketua Bidang IMMawati Jawa Tengah dan Guru SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga

SEJUK.ID – Guru adalah pilar utama dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan pendidikan bahwa tugas guru tidak hanya sekadar melakukan transfer of knowledge, tetapi juga harus sampai pada tahap transfer of value.

Akhir-akhir ini, ramai terdengar di jagat maya kasus guru dan murid yang saling berselisih, bahkan ada guru yang dilaporkan karena dianggap melakukan tindak kekerasan dalam pendidikan. Inilah tantangan pendidikan di era generasi stroberi, di mana sedikit ketegasan terkadang disalahartikan sebagai kekerasan dan dianggap merampas hak anak untuk merdeka belajar.

Konsep welas asih, atau kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama, menjadi salah satu tameng untuk menghadapi generasi stroberi. Kasih sayang guru memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif serta memberikan dampak mendalam pada perkembangan siswa. Love language seorang guru tentu berbeda-beda; ada yang melalui kelembutan tutur kata, keramahan dalam mengajar, dan ada pula yang melalui ketegasan.

Jika konsep welas asih guru dapat ditiru oleh murid, maka kasus perundungan (bullying) akan berkurang. Hal ini karena welas asih berbeda dengan empati yang hanya mengacu pada emosi; welas asih disertai keinginan nyata untuk memberikan bantuan kepada sesama.

Kasih sayang guru menciptakan hubungan emosional yang erat antara guru dan siswa, membuat siswa merasa diterima, dihargai, dan aman di lingkungan belajar. Dalam suasana penuh kasih sayang, siswa lebih cenderung terbuka, berani bertanya, dan mau berbagi pemikiran. Guru yang mencintai pekerjaannya dan peduli terhadap siswa mampu memberikan motivasi kuat, mendorong mereka untuk belajar, meraih potensi terbaik, dan berusaha keras mencapai tujuan.

Baca Juga:  Peran Self-Esteem dalam Penerimaan Takdir

Kasih sayang guru tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran akademis, tetapi juga pembentukan karakter. Guru yang peduli membantu siswa mengembangkan nilai-nilai positif seperti kerja keras, rasa hormat, empati, dan kejujuran. Di tengah tekanan dan tantangan masa sekolah, kasih sayang guru menjadi sumber dukungan emosional yang sangat dibutuhkan. Guru yang peduli mau mendengarkan, memberi nasihat, dan membantu siswa mengatasi kesulitan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang merasakan kasih sayang dari guru cenderung memiliki prestasi yang lebih tinggi. Mereka termotivasi untuk belajar dan berupaya keras mencapai hasil yang baik.

Kasih sayang guru adalah landasan kuat dalam dunia pendidikan. Guru yang peduli mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif, memberikan motivasi, membentuk karakter siswa, menjadi sumber dukungan emosional, dan berkontribusi pada peningkatan prestasi. Dalam usaha mendidik generasi muda, kasih sayang guru adalah aset berharga yang tidak boleh diabaikan.

1150 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
Opini

Trump Klaim Iran Menyerah: Retorika Kemenangan atau Realitas Geopolitik?

1 Mins read
Oleh: Dr. Emaridial Ulza, MA (Akademisi Associate Professor Uhamka, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri, Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri…
Opini

Mengerem Perilaku Mubazir

3 Mins read
Oleh: Ahmad Soleh SEJUK.ID – Kita sudah menjalani puasa Ramadan selama tujuh hari lamanya. Di awal-awal, pasti ada yang merasakan beratnya menjalani…
Opini

Menjaga Estafet Kaderisasi: IPM, Mahasiswa, dan Arah Transisi Gerakan

3 Mins read
Oleh: Anas Nur Fathoni, Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Metro Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PC IPM Metro Barat SEJUK.ID – Ikatan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *