SEJUK.ID – Semangat kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam terpancar dalam rapat rutin bulanan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kecamatan Brondong. Bertempat di Rumah Makan Bakso Kikil Pak Yono, Jompong, Rabu (29/4/2026), para kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Brondong berkumpul guna menyatukan visi.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memastikan kesiapan mental dan administratif menjelang agenda besar dunia pendidikan madrasah pada Mei mendatang.
Apresiasi atas Keberhasilan TKA
Ketua K3M Kecamatan Brondong, Abdul Mustajab, M.Pd., mengawali sambutannya dengan optimisme. Ia menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) MI yang baru saja usai.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan teknis harus diimbangi dengan ketertiban administratif. Ia mengimbau para kepala madrasah agar lebih teliti dalam menjaga aset digital maupun fisik, khususnya dokumen guru seperti SKAKPT.
“Alhamdulillah, TKA berjalan lancar. Ini menjadi modal yang baik. Namun, saya meminta agar dokumen madrasah dan guru benar-benar diarsipkan dengan rapi. Administrasi yang baik adalah cerminan manajemen pendidikan yang sehat,” ujarnya.
Menjaga Marwah Ujian Madrasah
Memasuki pembahasan inti, Pengawas Madrasah Kecamatan Brondong, Bunayya, S.Pd.I., menekankan pentingnya pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) yang akan digelar pada 4–9 Mei 2026.
Menurutnya, Ujian Madrasah bukan sekadar rutinitas penilaian akademik, melainkan ajang pembuktian integritas lembaga. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga marwah dan sakralitas ujian tersebut.
“Ujian Madrasah adalah wajah kita. Kami mengajak seluruh kepala MI untuk menjaga marwah UM. Pastikan prosesnya berjalan jujur, khidmat, dan bermartabat,” tegasnya.
Matangkan Persiapan UM-BK
Seiring dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer (UM-BK), Bunayya menekankan pentingnya persiapan yang matang tanpa celah. Terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian.
Pertama, kesiapan perangkat, yakni memastikan infrastruktur teknologi dapat digunakan tanpa kendala teknis. Kedua, validitas dokumen, mulai dari kepanitiaan hingga data peserta harus akurat. Ketiga, akuntabilitas pelaporan, yakni penyusunan laporan hasil UM-BK secara transparan dan tepat waktu.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan pelaksanaan Ujian Madrasah 2026 di Kecamatan Brondong sebagai barometer keberhasilan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kualitas, tetapi juga pembentukan karakter. (*)
Penulis : Ma’in | Editor : Fathan Faris Saputro


