BeritaDaerah

AMM Berau Tetap Konsisten Menjaga Netralitas dalam Berpolitik

1 Mins read

SEJUK.ID – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Berau berhasil menyelenggarakan Diskusi Bareng Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Acara bertema “Meneguhkan Peran dan Posisi AMM Dalam Politik” ini dilangsungkan di Aula Universitas Muhammadiyah Berau pada hari Sabtu (20/1/2024).

Ketua MPKSDI PDM Berau, Tommy Indriawan S, mencetuskan kegiatan ini sebagai respons terhadap keresahan yang muncul atas kondisi perpolitikan generasi muda. Tommy menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya isu-isu di media sosial yang berpotensi menyebabkan perpecahan di masyarakat. “Banyaknya isu di media sosial dapat menyebabkan polarisasi dan perpecahan. Negative campaign serta hoax juga bisa menimbulkan kebencian terhadap pihak tertentu yang berbeda pilihan,” ungkapnya.

Dengan tujuan mengatasi keresahan tersebut, beliau berharap agar AMM Kabupaten Berau tetap memahami politik, meskipun tidak terlibat dalam politik praktis. “Kita memberikan gambaran kepada AMM mengenai posisi dan peran mereka dalam politik agar mereka tidak gagap dalam menghadapi kondisi politik saat ini dan juga menghadapi isu-isu politik di media sosial,” tambahnya.

Diskusi tersebut mendapat sambutan positif dari kader Muhammadiyah di Kabupaten Berau. Pemuda Muhammadiyah (PM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) turut hadir dengan antusias.

Sebagai organisasi yang selalu menjaga netralitas dalam kehidupan politik, para pemimpin Pemuda Muhammadiyah Berau, NA Berau, IMM Berau, dan IPM Berau menegaskan komitmen mereka untuk tetap netral. Meskipun demikian, mereka tidak melarang kader yang ingin terlibat dalam politik praktis, asalkan tanpa membawa atribut dan nama organisasi. Hanya IMM dan IPM yang secara tegas melarang kader-kadernya terlibat dalam keanggotaan partai politik, dengan syarat jika ingin terlibat, mereka harus mengundurkan diri dari jabatan di organisasi.

Dalam suasana yang penuh semangat, diskusi ini diharapkan dapat membekali kader-kader Muhammadiyah Kabupaten Berau dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang politik, sambil tetap mempertahankan netralitas dan integritas organisasi. (*) 

Reporter Nur Heni. Editor Fathan Faris Saputro.