NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

UMKM Diajak Menembus Pasar Global, SUMU Buka Akses Langsung ke Pusat Grosir Dunia di Yiwu

2 Mins read

SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Info Session Business Trip eksklusif ke Yiwu, China, pada Ahad (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring, dan peluang bisnis pelaku usaha Indonesia agar mampu menjangkau pasar internasional secara lebih kompetitif.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), reseller, pemilik merek (brand owner), hingga calon importir yang ingin memahami ekosistem perdagangan global.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan potensi besar Kota Yiwu di Provinsi Zhejiang, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia. Kota ini menjadi pusat distribusi jutaan jenis produk dari puluhan ribu stan yang melayani kebutuhan bisnis internasional, termasuk bagi penjual di platform e-commerce global dan berbagai merek internasional.

Webinar menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam ekosistem bisnis Yiwu, yakni Aceng Bahrudin dan Brili Agung. Diskusi dipandu oleh Ghufron Mustaqim.

Dalam pemaparannya, Aceng Bahrudin menjelaskan bahwa Yiwu membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memulai bisnis impor dengan modal yang relatif terjangkau. Menurut dia, sistem pembelian di Yiwu memungkinkan pengusaha memperoleh harga grosir yang kompetitif meskipun melakukan pembelian dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

“Banyak UMKM Indonesia sebenarnya dapat memulai impor dari skala kecil. Yang penting adalah memahami cara memilih pemasok yang tepat, melakukan negosiasi harga, serta memahami proses pengiriman dan regulasi impor,” ujarnya.

Sementara itu, Brili Agung menegaskan bahwa Program Business Trip SUMU tidak dirancang sekadar sebagai perjalanan belanja, melainkan sebagai sarana pembelajaran praktik bisnis internasional secara langsung.

Baca Juga:  MPLS dan Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Jakarta

“Kami ingin peserta datang ke Yiwu dengan tujuan yang jelas, memiliki jaringan bisnis, memahami proses perdagangan global, serta dapat melihat secara langsung bagaimana rantai pasok internasional bekerja,” katanya.

Ia menambahkan, peserta nantinya tidak hanya diajak mengunjungi pusat perdagangan dan pemasok potensial, tetapi juga memperoleh pendampingan intensif serta kesempatan membangun jejaring bisnis secara langsung di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Beragam topik dibahas, mulai dari biaya perjalanan, pengurusan visa, mekanisme impor dan pengiriman barang, pemilihan jasa forwarder, prosedur kepabeanan, hingga strategi memulai bisnis impor dengan modal terbatas.

Peserta juga menunjukkan minat yang besar terhadap berbagai kategori produk yang tersedia di Yiwu, antara lain produk fesyen, kemasan (packaging), suvenir Islami, suku cadang elektronik, mesin industri, alat pertanian, alat kesehatan, perlengkapan teknik, tekstil, hingga kebutuhan manufaktur.

Melalui kegiatan ini, SUMU berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang berani memperluas pasar ke tingkat global dengan dukungan informasi, jejaring, dan pendampingan yang memadai.

“Kami ingin membuka jalan agar UMKM Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk global, tetapi juga mampu membangun rantai pasok internasional secara mandiri dan berkelanjutan,” demikian pernyataan Tim SUMU.

Program Business Trip SUMU ke Yiwu dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Agustus 2026. Program ini dibuka dengan biaya Rp7,8 juta. Calon peserta cukup membayar uang muka sebesar Rp2,8 juta untuk mengamankan slot keberangkatan. Biaya tersebut belum termasuk tiket pesawat, visa, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Panitia berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap sumber produk, peluang kemitraan, serta pengetahuan praktis mengenai perdagangan internasional yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha di tanah air. (*)

Baca Juga:  Pakar Studi Korea Beberkan Kisah Terbelahnya Bahasa Korea Utara-Selatan dan Pengaruhnya di Indonesia

Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1209 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Ketika PKG Tak Lagi Menegangkan, 54 Guru Brondong Belajar Mengajar dengan Cinta

2 Mins read
SEJUK.ID – Penilaian Kinerja Guru (PKG) sertifikasi di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Jika selama ini PKG…
BeritaDaerah

KTH Oi Faku Jaya Mulai Penanaman FOLU Norway’s Contribution Tahap 4 di Lambu

2 Mins read
SEJUK.ID – Kelompok Tani Hutan (KTH) Oi Faku Jaya Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, memulai kegiatan Penanaman Perdana FOLU Norway’s Contribution…
BeritaDaerah

Menebar Manfaat dari Jalanan Muria Raya, BikersMu Gelar Touring Dakwah dan Aksi Filantropi

2 Mins read
SEJUK.ID – Komunitas BikersMu terus menunjukkan bahwa hobi berkendara dapat menjadi sarana dakwah dan pengabdian sosial. Melalui kegiatan Touring Dakwah dan Sosial…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *