NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

Ketika PKG Tak Lagi Menegangkan, 54 Guru Brondong Belajar Mengajar dengan Cinta

2 Mins read

SEJUK.ID – Penilaian Kinerja Guru (PKG) sertifikasi di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Jika selama ini PKG kerap identik dengan pemeriksaan administrasi yang menegangkan, kegiatan yang digelar di MI Muhammadiyah 09 Labuhan pada Selasa (2/6/2026) justru berlangsung hangat dan penuh semangat belajar.

Sebanyak 54 guru penerima sertifikasi dari enam lembaga pendidikan, mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI), mengikuti kegiatan PKG yang dirangkaikan dengan Pembinaan Supervisi Akademik (SUPAK). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penilaian kinerja, tetapi juga ruang bersama untuk memperdalam pemahaman tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kecamatan Brondong, Lilmuttaqin, mengapresiasi antusiasme para guru dan kepala madrasah yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan supervisi hendaknya dipandang sebagai proses pembinaan dan penguatan kompetensi, bukan sesuatu yang menakutkan.

“Melalui kegiatan ini, kita memperoleh pembinaan langsung dari pengawas madrasah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi terhadap perkembangan pendidikan yang terus bergerak dinamis. Karena itu, ikuti dengan santai, tetapi tetap serius,” ujarnya.

Pengawas Madrasah Kecamatan Brondong, Bunayya, S.Pd.I., membuka pembinaan dengan mengajak para peserta kembali merenungkan hakikat profesi guru. Menurutnya, menjadi pendidik merupakan anugerah sekaligus amanah karena setiap ilmu yang diberikan kepada peserta didik berpotensi menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tunjangan sertifikasi yang diberikan pemerintah harus diimbangi dengan profesionalisme dan tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Materi utama kegiatan berfokus pada Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menempatkan rasa aman, empati, dan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Dalam pandangan Bunayya, pendidikan tidak cukup hanya melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang matang secara emosional dan berkarakter.

Baca Juga:  Adakan PKKM, MTs Al-Hasan Dinilai Aktif Berinovasi dan menyesuaikan dengan Teknologi

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki sejumlah pilar utama. Pertama, pembelajaran berpusat pada anak dengan menghargai keunikan setiap peserta didik tanpa membanding-bandingkannya dengan yang lain. Kedua, menciptakan ruang belajar yang aman sehingga kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus dihukum atau dipermalukan. Ketiga, membangun energi positif melalui sikap ramah, senyum, dan kelembutan guru sebelum memulai pembelajaran.

“Ketika anak merasa dicintai dan dihargai oleh gurunya, materi pelajaran yang sulit sekalipun akan lebih mudah diterima,” tutur Bunayya.

Tidak berhenti pada tataran konsep, para peserta juga diajak mempraktikkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam berbagai mata pelajaran.

Diskusi berlangsung dinamis. Para guru saling bertukar gagasan tentang strategi pembelajaran yang lebih humanis, menyenangkan, sekaligus mampu membangun kedekatan emosional dengan peserta didik.

Melalui sinergi antara PKG, SUPAK, dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah-madrasah di Kecamatan Brondong berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan. Tidak hanya mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan belajar yang menghargai, memanusiakan, dan penuh kasih sayang. (*)

Penulis : Ma’in | Editor : Fathan Faris Saputro

1263 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaNasional

Muhammadiyah Perkuat Industrialisasi Lewat Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

2 Mins read
SEJUK.ID – Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP UMKM PWM) Jawa Timur bersama Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Business Gathering UMKM…
BeritaDaerah

Lima Puluh Bungkus Nasi, Cara Sederhana Komunitas Pejuang Nasi Menumbuhkan Kepedulian di Lamongan

2 Mins read
SEJUK.ID – Suasana berbeda tampak di kawasan Pendopo Lokatantra Lamongan pada Ahad (19/7/2026) sore. Di tengah ramainya masyarakat yang menghabiskan akhir pekan,…
BeritaDaerah

BikersMu Sulawesi Tengah Salurkan Buku untuk Anak-anak Pedalaman Tobiombong

2 Mins read
SEJUK.ID – Komunitas motor Muhammadiyah, BikersMu Chapter Banggai yang mewakili BikersMu Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi Tengah, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *