SEJUK.ID – Kelompok Tani Hutan (KTH) Oi Faku Jaya Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, memulai kegiatan Penanaman Perdana FOLU Norway’s Contribution (Nc) Tahap 4 di kawasan So Oi Faku Jaya Watasan, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan yang bertujuan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Bima, unsur Muspika Kecamatan Lambu, aparat TNI dan Polri, organisasi perempuan, unsur pendidikan, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta anggota KTH Oi Faku Jaya.
Ketua KTH Oi Faku Jaya, And. Malik, dalam laporannya menyampaikan bahwa kelompok yang dipimpinnya saat ini mengelola lahan seluas 541 hektare dengan jumlah anggota lebih dari 200 orang yang terbagi dalam empat subkelompok.
Menurut Malik, keberhasilan program rehabilitasi hutan tidak hanya ditentukan oleh partisipasi masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait.
“Kami berharap adanya bimbingan dan pendampingan yang berkesinambungan agar kelembagaan kelompok semakin kuat dan hasil pengelolaan lahan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Camat Lambu, Muaidin, mengapresiasi pelaksanaan program penghijauan yang dinilai sebagai langkah konkret dalam memulihkan kondisi lahan di wilayah Lambu. Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kegiatan penghijauan perlu terus digalakkan untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai KPH Kabupaten Bima, Didik Fardiansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan program FOLU Norway’s Contribution di wilayah Bima berfokus pada empat aspek utama, yaitu rehabilitasi lahan kritis, penguatan kolaborasi multipihak, pengembangan vegetasi yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis, serta pengawasan dan pemeliharaan pascatanam.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan hidup tanaman yang mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.
“Menanam pohon adalah langkah awal. Yang terpenting adalah bagaimana tanaman tersebut dipelihara hingga tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman simbolis bibit pohon alpukat oleh Kepala Balai KPH Kabupaten Bima bersama unsur pimpinan Kecamatan Lambu. Komoditas alpukat dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.
Dari sisi lingkungan, pohon alpukat memiliki sistem perakaran yang mampu membantu menjaga stabilitas tanah, mengurangi risiko erosi, serta meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Sementara dari aspek ekonomi, buah alpukat memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok tani pada masa mendatang.
Kegiatan penanaman perdana yang diawali dengan doa bersama tersebut berlangsung hingga pukul 11.30 WITA dan berjalan dengan aman serta lancar. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan dukungan terhadap upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang sedang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Lambu.
Program FOLU Norway’s Contribution Tahap 4 diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan.


