SEJUK.ID – Sebanyak 229 guru bersertifikasi dari 33 lembaga pendidikan mulai RA hingga MI se-Kecamatan Brondong antusias mengikuti pembinaan dan penilaian kinerja guru (PKG) yang dipandu oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Brondong, Bunayya, S.Pd.I.
Kegiatan ini berlangsung pada 15–25 September 2025, terbagi di lima lokasi, yakni MIS Muhammadiyah 11 Sumberagung, MIS Muhammadiyah 02 Sedayulawas, MIS Ma’arif NU Cumpleng, MIS Darul Ulum Sendangharjo, MIS Muhammadiyah 13 Brengkok, dan MIS Hidayatul Mubtadiin Sidomukti.
Dalam pengantarnya, Bunayya menekankan pentingnya guru memahami serta menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara menyeluruh. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa.
“Guru memiliki tugas ganda, yakni sebagai pengajar yang menyampaikan ilmu, sekaligus pendidik yang menjadi teladan bagi peserta didik, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, di era digital saat ini tantangan guru semakin kompleks. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi siswa. Karena itu, pendekatan yang tepat kepada siswa menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berilmu sekaligus berkarakter.
Materi PKG yang disampaikan meliputi penyusunan perangkat pembelajaran sebagai pedoman mengajar enam bulan ke depan. Di antaranya pemahaman kalender pendidikan (hari efektif dan non-efektif), perhitungan rencana pembelajaran efektif, penyusunan program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, hingga jurnal pembelajaran.
Marmulik Hidayah, S.Pd., guru MIM 09 Labuhan yang menjadi peserta, mengaku mendapatkan banyak manfaat.
“Materi PKG sangat baik, penjelasan mudah dipahami dan mudah dipraktikkan. Kami merasa senang dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKG ini, diharapkan para guru bersertifikasi se-Kecamatan Brondong semakin adaptif terhadap perubahan regulasi pendidikan, terus meningkatkan kompetensi, serta mampu melahirkan siswa-siswi berpengetahuan luas dan berkarakter. Harapannya, mereka dapat berkontribusi dalam mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045. (*)
Penulis Ma’in. Editor Fathan Faris Saputro.


