NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

SMA Muhammadiyah 4 Depok Kembali Terbitkan Dua Buku

2 Mins read

Sejuk.IDSiswa kelas X MIPA dan IPS SMA Muhammadiyah 4 Depok meluncurkan dua buku antologi puisi, Kamis (22/6). Pertama, buku antologi puisi berjudul Tumpahan Sajak yang merupakan karya kelas X MIPA 1 dan 2. Kedua, buku antologi puisi berjudul Karya Nan Amerta, karya kelas X IPS 1 dan 2 SMA Muhammadiyah 4 Depok.

Siswa kelas X MIPA 2 SMA Muhammadiyah 4 Depok, Syifa Shabrina Sabila Azhari, mengatakan bahwa dirinya merasa senang atas penerbitan buku antologi berjudul Tumpahan Sajak itu.
“Seneng banget karena akhirnya punya tulisan yang dicetak ditambah isinya ada tulisan temen-temen juga, jadi bisa buat kenang-kenangan kalo kita udah pisah-pisah,” ungkapnya, Kamis (22/6).

Menurut Syifa, buku merupakan tulisan berisi makna, cerita, dan karya. “Buku itu himpunan kertas berhiaskan tulisan yang penuh makna, cerita, dan merupakan sebuah karya,” ujarnya.

Siswa yang hobi mendengarkan musik ini menceritakan karyanya yang dimuat dalam buku antologi. “Aku menulis puisi romansa berjudul “Dibakar” yang didalamnya terdapat sebuah cerita mengenai seseorang yang kewarasannya telah mati karena obsesinya pada satu orang pujaannya. Alasan aku menulisnya, itu karena akhir-akhir ini aku sedang tergila-gila pada cerita bergenre dark-fantasy dan terbuai oleh diksi-diksi misterius milik Keigo Higashino, jadilah aku terbawa suasana yang cukup gelap saat menulis puisi Dibakar,” kata dia.

Berbicara soal generasi Z atau gen Z, Syifa mengungkapkan bahwa gen Z cenderung berpikir kreatif dan dekat dengan teknologi. Dengan terbitnya karya ini, menurut dia, mampu menepis anggapan bahwa gen Z cenderung lemah dan manja.
“Gen Z sering dianggap remeh karena sifatnya yang dikatakan manja. Mempunyai sebuah karya merupakan salah satu bukti sekaligus cara bahwa Gen Z mampu berpikir kreatif dan tidak bisa dianggap remeh begitu saja,” katanya menegaskan.

Baca Juga:  BikersMu Chapter Batam Gelar Rihlah Dakwah ke Tanjungpinang: Pererat Silaturahmi dan Semangat Persyarikatan

Syifa juga berharap pihak sekolah dapat memfasilitasi kreativitas serta minat dan bakat peserta didik. “Harapanku agar sekolah dapat menyediakan fasilitas perpustakaan yang cukup luas cakupan bacaannya serta nyaman untuk ditempati. Dan semoga sekolah dapat mengadakan acara-acara literasi yang seru juga mengadakan ekskul menulis/literasi,” ujar dia.

“Orang biasa hidup sekali dan mati sekali, namun seorang pembaca mati sekali dan hidup berkali-kali. Menulislah, maka kau akan abadi. Terus membaca untuk memperluas duniamu, dan sesekali menulislah jika kau ingin abadi,” pesannya.

Sementara itu, siswa kelas X IPS 1 SMA Muhammadiyah 4 Depok, Tara Syifa Tsuraya, juga mengaku senang dengan penerbitan buku antologi puisi berjudul Karya Nan Amerta. “Menurut saya buku merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan semangat literasi, khususnya pada para pelajar. Juga, dengan adanya buku, kita dapat mengetahui banyak hal baru,” ujarnya.

Tara mengungkapkan bahwa dirinya mendapat inspirasi dari influencer ketika menulis puisi. “Dalam buku antologi yang saya dan teman-teman saya terbitkan, saya menulis puisi yang bertema romance, berjudul Belajar Mencinta. Alasan saya menulis puisi tersebut, karena saya mendapatkan sedikit inspirasi dari influencer,” katanya menceritakan.

Menurut Tara, program penerbitan buku seperti ini sangat diperlukan untuk pengembangan literasi siswa. “Semoga progam seperti ini tetap ada dari angkatan ke angkatan lainnya, karna progam seperti ini sangat di perlukan dalam pengembangan literasi siswa,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar gen Z bisa memiliki karya sebagai value dan pengalaman. “Karena dengan adanya karya yang kita ciptakan sendiri, dapat meningkatkan value dan pengalaman pribadi,” ujarnya, Kamis (22/6).

Selain itu, dia menilai, karya juga menjadi ladang menambah amal kebaikan. “Teruslah berkarya, karena dengan berkarya di dunia dapat menambahkan amal baik kita,” ujar dia.

Baca Juga:  PIKOM IMM FAI Unismuh Makassar Mantapkan Visi dan Strategi Menyongsong Musycab IMM Kota Makassar

Mewakili sekolah, guru bahasa Indonesia, Mela Santika, mengungkapkan bahwa penerbitan kedua buku antologi puisi ini menjadi ruang kreasi bagi para peserta didik menumpahkan gagasan, imajinasi, dan perasaannya. Hal ini, kata dia, bisa meningkatkan keberanian, kreativitas, dan nalar kritis peserta didik.

Dia berharap dengan penerbitan karya ini bisa memberikan pengalaman dan pembelajaran. “Semoga ini jadi pengalaman berharga yang bisa menjadi pembelajaran buat mereka ke depannya. Buku antologi ini juga akan menjadi rekam jejak positif bagi siswa-siswi di masa mendatang,” pungkasnya. (*)

 

1298 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN Berdampak UMM Edukasi Murid MI Asyafi’iyah Klari

2 Mins read
SEJUK.ID – Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak….
BeritaDaerah

KKN MAs 2026 Edukasi Murid SDN 02 Petungsewu untuk Berani Tolak Perundungan

3 Mins read
SEJUK.ID – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Kelompok 39 Kuliah…
BeritaDaerah

SUMU Bawa 52 Pelaku Usaha Indonesia Menyusuri Ekosistem Perdagangan Yiwu, Tiongkok

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok dengan tujuan utama Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Sebanyak 52 peserta…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *