SEJUK.ID – DPD Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PKS, H. Junaedi, S.T., menyelenggarakan workshop dan sosialisasi bertajuk “Marketing Strategic for PUI School”. Kegiatan ini digelar pada Ahad (7/9/2025) di Cafe 71 & Resto, Kabupaten Cirebon.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan sekolah-sekolah PUI serta para penggiat pendidikan. Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas lembaga pendidikan PUI dalam merancang strategi branding sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat.
Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris Umum DPD PUI Kabupaten Cirebon, Ihsanuddin, S.E.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini.
“Workshop ini menjadi momentum penting untuk menyiapkan sekolah-sekolah PUI agar mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi dengan para pemangku kebijakan dan praktisi di bidang marketing pendidikan diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi kualitas lembaga pendidikan kita,” ujar Ihsanuddin.
Sementara itu, Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Cirebon, Agus Hasanudin, S.Sy., M.E.Sy., memaparkan arah kebijakan PUI di bidang pendidikan. Menurutnya, penguatan mutu dan citra sekolah PUI menjadi prioritas agar lembaga pendidikan di bawah naungan PUI semakin dipercaya masyarakat.
Hadir sebagai pemateri utama, Ade Chandra Sutrisna, S.I.Kom., CDMP., seorang konsultan sekaligus praktisi Digital Public Relations. Ia membawakan materi tentang aktivasi branding dan strategi pemasaran lembaga pendidikan. Ade menekankan pentingnya sekolah memiliki strategi komunikasi dan promosi yang terstruktur untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Pada sesi terakhir, H. Junaedi, S.T., Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, menyosialisasikan kebijakan Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat yang terkait dengan bidangnya di Komisi V. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah perlu diperkuat agar program-program pendidikan dapat berjalan selaras dengan regulasi yang ada. (*)


