SEJUK.ID – Bisnis properti berbasis syariah kian menunjukkan tren positif di Indonesia. Menjawab peluang tersebut, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berlandaskan nilai Islam berkemajuan.
Komitmen itu diwujudkan melalui webinar nasional bertajuk “Langkah Pertama Menjadi Developer Properti Syariah” yang digelar pada Jumat (24/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi dengan PT Cakra Jaya Property.
Webinar tersebut menghadirkan dua praktisi berpengalaman, yakni Fajar Endriyanto dan Adi Dwi Prasetya. Keduanya membagikan wawasan strategis sekaligus pengalaman praktis dalam membangun dan mengembangkan proyek properti berbasis prinsip syariah.
Dalam paparannya, Fajar menegaskan bahwa properti syariah kini bukan sekadar alternatif, melainkan telah menjadi kebutuhan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transaksi yang halal, aman, dan transparan. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi calon developer, mulai dari perencanaan konsep kawasan, pemetaan pasar, hingga kesiapan eksekusi proyek.
“Properti syariah bukan hanya soal menjual rumah tanpa riba, tetapi bagaimana membangun ekosistem bisnis yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Inilah kekuatan utama dalam jangka panjang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Adi Dwi Prasetya menyoroti pentingnya strategi bisnis yang adaptif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Ia menjelaskan, skema ini menghindari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), serta praktik yang merugikan salah satu pihak, dengan pendekatan tanpa bank, tanpa denda, dan tanpa sita.
“Model ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi konsumen. Di sisi lain, developer juga dituntut menjaga kualitas produk serta komitmen dalam setiap transaksi,” jelasnya.
Sebagai mitra kegiatan, PT Cakra Jaya Property dikenal mengimplementasikan sistem syariah secara menyeluruh. Berdiri sejak 2022 dan berbasis di Nganjuk, perusahaan ini telah mengembangkan berbagai proyek hunian di sejumlah kota dengan dukungan pengalaman di bidang konstruksi dan arsitektur, serta komitmen kuat terhadap legalitas dan transparansi.
Dalam pengembangannya, perusahaan juga didukung sejumlah unit usaha strategis yang memperkuat ekosistem bisnis secara terintegrasi. Salah satunya adalah Grand Riviera, yang dirancang sebagai hunian modern bernuansa alam dengan nilai-nilai syariah. Selain itu, terdapat IRSYA yang memudahkan masyarakat mengakses kepemilikan properti secara sederhana dan transparan. Dari sisi desain, pengembangan proyek didukung oleh Atelier CJ yang mengedepankan pendekatan fungsional, kontekstual, dan berkelanjutan.
Webinar ini tidak hanya membahas aspek teknis pengembangan properti, tetapi juga mengulas peluang pasar serta potensi pertumbuhan sektor properti syariah di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, tren hunian berbasis syariah terus meningkat seiring berkembangnya literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.
Melalui program SUMU Catalyst, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi SUMU dalam mencetak pengusaha berkemajuan yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas dan orientasi nilai. Sektor properti syariah dinilai memiliki potensi besar sekaligus menjadi instrumen dakwah ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam webinar yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, profesional muda, hingga masyarakat umum. Ke depan, SUMU berkomitmen menghadirkan lebih banyak program edukatif dan kolaboratif guna memperkuat kapasitas pelaku usaha serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak developer properti syariah di Indonesia. (*)


