NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
Artikel

Menyikapi Tanda-Tanda Kiamat dengan Kesadaran dan Perubahan

2 Mins read

Nashrul Mu’minin – Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

SEJUK.ID – Kiamat adalah topik yang selalu menarik perhatian, terutama ketika kita mendengar tentang tanda-tanda yang muncul. Dalam tulisan di Liputan6, disebutkan tiga perilaku manusia yang menjadi tanda dekatnya kiamat menurut Rasulullah SAW. Namun, penulis ingin menawarkan sudut pandang yang sedikit berbeda: kita dapat melihat tanda-tanda ini bukan hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai panggilan untuk introspeksi dan perubahan.

Memahami Tanda-Tanda Kiamat

Tanda pertama yang disebutkan adalah melimpahnya harta dan kemewahan. Rasulullah SAW bersabda:

“لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ…”(HR Muslim)

Di satu sisi, kemewahan dan harta yang melimpah adalah tanda-tanda yang nyata. Namun, apakah kita sudah menggunakan harta kita dengan bijak? Dalam konteks ini, kita harus bertanya pada diri sendiri: bagaimana cara kita membelanjakan harta yang kita miliki? Apakah untuk kepentingan pribadi semata, ataukah kita juga membagikannya kepada yang membutuhkan?

Penggunaan Harta untuk Kebaikan

Harta yang melimpah seharusnya membawa kita pada kesadaran untuk beramal. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“وَأَحْصُوا كُلَّ شَيْءٍ” (Q.S. Al-Mudathir: 28)

Kita diajarkan untuk menghitung segala sesuatu, termasuk harta yang kita miliki. Maka, mari kita gunakan harta kita untuk amal jariyah, membantu sesama, dan berinvestasi dalam pendidikan serta kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari dampak negatif harta yang berlebihan, tetapi juga meraih pahala.

Meningkatnya Kekerasan

Tanda kedua adalah merebaknya kebrutalan dan pembunuhan. Rasulullah SAW memperingatkan kita untuk menghindari kezhaliman:

“اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ” (HR Muslim)

Kekerasan yang meningkat di berbagai belahan dunia menunjukkan betapa pentingnya kita menjaga hubungan antar sesama. Namun, alih-alih terjebak dalam ketakutan, kita perlu berperan aktif dalam menciptakan perdamaian. Mengapa tidak mulai dari lingkungan terdekat kita?

Baca Juga:  Dianggap Rugikan Negara Rp7 Miliar, DPD CMMI Bima Laporkan Pembangunan PSC 119 Woha ke Polres Bima

Membangun Komunitas yang Damai

Kita dapat menciptakan komunitas yang damai dengan menyebarkan kasih sayang dan toleransi. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ”

(Q.S. Al-Hujurat: 10)

Kesadaran akan persaudaraan ini seharusnya mendorong kita untuk lebih peduli terhadap sesama. Mari kita lakukan tindakan kecil, seperti membantu tetangga yang membutuhkan atau terlibat dalam kegiatan sosial. Setiap tindakan positif akan berkontribusi pada menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Tenggelam dalam Kefasikan

Tanda ketiga adalah tenggelamnya umat manusia dalam kefasikan. Dalam hadis, Rasulullah SAW menjelaskan:

“لَا تَظْهَرُ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا…”

(HR Ibnu Majah)

Kita hidup di era di mana perilaku negara sering kali dianggap biasa. Namun, kita memiliki kekuatan untuk mengubah narasi ini.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً” (Q.S. Al-Isra: 32)

Menjaga Diri dari Perilaku Negatif

Sebagai umat beriman, kita harus berusaha untuk menjauhi perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Didiklah diri kita dan generasi mendatang untuk menghargai nilai-nilai moral. Mari kita bentuk karakter yang kuat, yang mampu menolak segala bentuk kefasikan dan memperjuangkan kebaikan.

Motivasi untuk Berubah

Menghadapi tanda-tanda kiamat ini, kita seharusnya tidak hanya berdiam diri. Rasulullah SAW bersabda:

“إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ”

(Q.S. Ar-Ra’d: 11)

Perubahan dimulai dari diri kita sendiri. Mari kita introspeksi dan bertanya: apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih baik? Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk memperbaiki diri dan lingkungan akan memberikan dampak yang signifikan.

Tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam ajaran Islam bukanlah untuk menimbulkan ketakutan, tetapi sebagai pengingat untuk kita semua. Menggunakan harta dengan bijak, menciptakan lingkungan yang damai, dan menjauhi perilaku negatif adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan.

Baca Juga:  IMMADA Dorong Pembentukan Kecamatan Monta Selatan, Nilai Urgensi Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan

Mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk berbuat baik, memperbaiki diri, dan membantu orang lain. Dengan cara ini, kita tidak hanya selamat dari tanda-tanda kiamat, tetapi juga berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang selamat dan mendapatkan rahmat-Nya di hari kiamat kelak. Dengan harapan, semoga pesan ini mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik dan menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor Septi Sartika

Related posts
Artikel

5 Family-Friendly Bali Destinations for Easy Travel

4 Mins read
Bali remains one of the strongest family-friendly travel destinations in Asia because it gives families more than one kind of holiday. You…
Artikel

Perencanaan Acara Lebih Matang dengan Aplikasi Kalender Jawa Online di Enkosa.com

3 Mins read
Enkosa.com – Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Jawa, penentuan waktu bukanlah sekadar deretan angka di kalender. Waktu memiliki dimensi spiritual…
Artikel

Kaca Film merupakan Solusi Efektif Mengurangi Panas Matahari pada Bangunan di Bali

3 Mins read
Di Bali, sinar matahari dan panas bisa jadi masalah besar. Kaca film Bali bisa jadi solusi efektif untuk melindungi rumah Anda. Ini membantu mengurangi biaya pendingin…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *