SEJUK.ID – Majelis Taqwa Telkomsel (MTT) mempercayakan Lazismu Makassar untuk merealisasikan komitmennya dalam memperluas jangkauan kepedulian sosial kepada masyarakat. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi bantuan bagi kaum dhuafa melalui lembaga filantropi yang memiliki jaringan luas.
MTT menyalurkan bantuan bagi kaum dhuafa melalui Lazismu Makassar. Seremonial penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Loker Telkomsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (12/3/2026).
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Majelis Taqwa Telkomsel Pusat, Herdin Hasibuan, kepada Direktur Pimpinan Pusat Lazismu, Ibnu Tsani. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib; Vice President Consumer Business Sales Pamasuka, Muharlis; serta VP Area Network Operation Pamasuka, Angky Priagung. Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan dan Lazismu Kota Makassar juga hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Irwan Akib mengingatkan pentingnya memaksimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam. Menurut dia, upaya menunaikan ZIS harus dimulai dari kesungguhan dalam mencari nafkah yang halal bagi keluarga, kemudian menyalurkan sebagian rezeki tersebut kepada sesama.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah,” ujar dia.
Ia kemudian menuturkan kisah sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf, yang dikenal sebagai saudagar sukses sekaligus dermawan. Ia mengisahkan bahwa Abdurrahman pernah membeli kurma yang tampak kurang baik, lalu menjualnya kembali hingga memperoleh keuntungan berlipat.
Kisah tersebut, menurut Prof. Irwan, menunjukkan bahwa kerja keras dan keberkahan rezeki dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi. Kekayaan, menurut dia, tidak hanya menjadi sarana memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga jalan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Selain itu, Prof. Irwan juga mengingatkan teladan dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Dalam satu kisah, ketika harus membayar gaji guru namun kekurangan dana, KH Ahmad Dahlan bahkan rela melelang barang-barang miliknya.
Ia juga pernah mengundang beberapa orang kaya yang dikenal kikir untuk makan di rumahnya selama tiga malam berturut-turut. Pada malam ketiga, barulah beliau menyampaikan kebutuhan untuk membantu para guru.
“Dari kisah tersebut kita belajar beberapa hal. Pertama, tentang cara berdakwah yang kreatif dan luar biasa. Kedua, tentang keikhlasan, sebab keikhlasan yang tulus akan menular kepada orang lain. Ketiga, bahwa guru adalah elemen penting yang tidak boleh dilupakan dalam pembangunan umat,” kata Prof. Irwan.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an agar umat Islam tidak meninggalkan generasi yang lemah. Menurut dia, kemiskinan dapat menjadi pintu berbagai persoalan sosial apabila tidak diatasi secara bersama.
“Sebagai Muslim kita harus berperan untuk kemaslahatan manusia. Umat Islam harus menjadi kaya, menghadirkan rezeki sebanyak-banyaknya, bukan untuk menumpuk harta, tetapi untuk memberi manfaat kepada sesama,” tegas dia.
Prof. Irwan menutup sambutannya dengan mengutip pesan KH Ahmad Dahlan: carilah harta, kumpulkan untuk keluarga, dan selebihnya sisakan untuk jalan Allah.
Adapun bantuan dari Majelis Taqwa Telkomsel tersebut selanjutnya akan disalurkan oleh Lazismu Makassar melalui program Kado Ramadan, yang menyasar masyarakat dhuafa di berbagai wilayah di Kota Makassar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah pada bulan Ramadan yang penuh berkah. (*)


