SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) kembali membuka ruang penguatan jejaring bisnis internasional melalui program Exclusive Business Trip ke Yiwu, China, yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk membantu para pengusaha, pelaku UMKM, hingga calon importir mendapatkan akses langsung ke pusat perdagangan dunia dan memperoleh produk dengan harga pabrik.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah SUMU dalam mendorong pelaku usaha lokal agar tidak hanya bergantung pada distributor atau perantara dalam rantai perdagangan internasional. Dengan membuka akses langsung kepada produsen utama di China, para peserta diharapkan mampu meningkatkan margin keuntungan sekaligus memperluas peluang bisnis lintas negara.
Koordinator Daerah SUMU Banyumas sekaligus PIC program, Brili Agung, mengatakan Yiwu dikenal sebagai salah satu kota perdagangan terbesar di dunia yang menjadi pusat distribusi jutaan produk dari berbagai sektor industri. Kota tersebut selama ini menjadi tujuan utama para importir dari berbagai negara karena menawarkan akses produk yang luas dengan harga kompetitif.
Menurut Brili, masih banyak pelaku usaha di Indonesia yang memperoleh barang melalui tangan kedua atau ketiga sehingga keuntungan bisnis menjadi lebih kecil. Melalui program tersebut, peserta akan diarahkan untuk membangun koneksi langsung dengan produsen dan pemasok utama di China.
“Lewat program ini, peserta tidak hanya diajak berkunjung ke pusat perdagangan di Yiwu, tetapi juga mendapatkan pengalaman bisnis secara langsung, mulai dari networking dengan pengusaha China, memahami mekanisme ekspor-impor, hingga mencari produk dengan harga terbaik langsung dari pabrik,” ujar Brili Agung, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga akan dilengkapi dengan workshop eksklusif mengenai ekspor dan impor. Materi itu disiapkan untuk membantu peserta memahami mekanisme perdagangan internasional secara lebih praktis, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada agenda bisnis, SUMU juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang selama perjalanan berlangsung. Peserta akan mendapatkan fasilitas hotel bintang empat, konsumsi tiga kali sehari, penerjemah, serta transportasi lokal selama berada di China.
Brili menilai program tersebut menjadi peluang strategis bagi pengusaha lokal untuk meningkatkan daya saing usaha melalui perluasan akses pasar dan jaringan global. Menurut dia, keberanian menjangkau pasar internasional menjadi salah satu kunci agar UMKM Indonesia mampu berkembang lebih cepat di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka.
“SUMU ingin mendorong para pengusaha agar lebih berani naik kelas dan memanfaatkan peluang perdagangan internasional. Dengan akses langsung ke pusat perdagangan dunia seperti Yiwu, peluang efisiensi biaya dan peningkatan profit tentu akan jauh lebih besar,” katanya.
Program Exclusive Business Trip ke Yiwu, China, dibuka dengan biaya sebesar Rp7,8 juta. Calon peserta cukup melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp2,8 juta untuk mengamankan slot keberangkatan. Adapun biaya tersebut belum termasuk tiket pesawat, visa, dan kebutuhan pribadi lainnya selama perjalanan. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


