SEJUK.ID – Berangkat dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yaitu Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Pangkatrejo berinisiatif mengatasi permasalahan limbah rumah tangga yang kerap diabaikan, salah satunya minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan limbah hasil penggorengan yang sering dibuang sembarangan, padahal jika dikelola dengan baik, dapat memberikan manfaat sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, BBK 6 Pangkatrejo mengadakan kegiatan yang diberi nama PEDULI, singkatan dari Pelatihan Daur Ulang Limbah. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, seperti lilin aromaterapi. Kegiatan PEDULI dilaksanakan di Dusun Tuyuh, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan, dengan melibatkan Forum Komunikasi dan Kreativitas Arek Tuyuh (FORKOT).
Pelatihan PEDULI ini sukses diselenggarakan pada Ahad (20/7/2025). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari anggota FORKOT yang berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan serta pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif dan bertanggung jawab.
Pelatihan dirancang dalam format workshop interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga didorong untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan langsung mempraktikkan tahapan dalam proses daur ulang limbah. Fokus utama kegiatan ini adalah pengolahan minyak jelantah menjadi produk alternatif berupa lilin aromaterapi. Proses ini tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi ekonomi dari limbah yang selama ini dianggap tidak berguna.
“Meskipun BBK 6 ini berfokus pada bidang literasi, BBK 6 Pangkatrejo tetap berupaya melaksanakan empat bidang garapan, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan lingkungan. Program PEDULI merupakan bagian dari bidang garapan lingkungan yang memanfaatkan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dengan proses yang mudah dan efisien. Harapannya, masyarakat dapat berinovasi sendiri dalam mengelola limbah secara efektif dan berdampak baik bagi lingkungan,” ujar Habibur Rohman, Ketua BBK 6 Pangkatrejo.
Meskipun kegiatan PEDULI dilaksanakan dalam lingkup terbatas, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga secara tepat dan berkelanjutan. (*)


