SEJUK.ID – Halaman MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MIM 09 Labuhan), Kecamatan Brondong, Lamongan, tampak berbeda pada Kamis (18/6/2026). Tidak hanya dipenuhi keceriaan para siswa yang mengikuti acara purna siswa tahun ajaran 2025/2026, suasana juga dibalut rasa haru yang mendalam.
Mengusung tajuk “Graduated Class of 2026” dengan tema “Dari Madrasah untuk Indonesia Berkemajuan”, kegiatan tersebut menghadirkan sebuah momen istimewa, yakni peluncuran buku sejarah madrasah yang merekam perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut sejak berdiri hingga saat ini.
Momentum kelulusan tahun ini menjadi semakin bermakna karena pihak madrasah menghadirkan kembali para guru dan kepala madrasah senior yang telah lama purna tugas. Kehadiran mereka membangkitkan kenangan sekaligus rasa hormat dari seluruh keluarga besar madrasah.
Bagi banyak wali murid yang juga merupakan alumni MIM 09 Labuhan, pertemuan itu menjadi ajang melepas rindu dengan para guru yang pernah mendidik mereka. Isak tangis haru dan pelukan hangat mewarnai suasana ketika para alumni kembali bertemu dengan sosok-sosok yang pernah membimbing mereka di bangku sekolah dasar.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya dibangun melalui gedung dan fasilitas, melainkan juga melalui ketulusan para guru yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi.
Pada kesempatan itu, madrasah meluncurkan buku sejarah berjudul Menyemai Adab, Menanam Ilmu: Jejak Sejarah dan Pengabdian Madrasah Labuhan 1953–2026. Buku tersebut ditulis oleh Kepala MIM 09 Labuhan, Ma’in, S.H.I., sebagai bentuk dokumentasi perjalanan panjang madrasah yang kini hampir memasuki usia ke-73 tahun.
Menurut Ma’in, buku tersebut merupakan wujud nyata gerakan literasi madrasah sekaligus bentuk penghormatan kepada para perintis yang telah berjuang membesarkan lembaga pendidikan tersebut sejak awal berdiri.
“Buku ini ditulis untuk mengabadikan jejak perjuangan dan pengabdian para perintis yang telah tiada maupun yang masih bersama kita. Ini menjadi sarana pembelajaran bagi generasi hari ini dan masa depan agar semangat menghidupkan MIM 09 Labuhan tidak pernah padam. Kita harus terus menyemai adab dan menanam ilmu,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan, buku sejarah tersebut diserahkan kepada sejumlah tokoh dan pejuang pendidikan yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan madrasah. Mereka antara lain Asmah, Rokani, Hj. Masnah, Abdul Wachid, Mohammad Naim, Yahya Santoso, serta Drs. Mat Iskan selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong.
Melalui buku tersebut, pembaca diajak menelusuri perjalanan panjang MIM 09 Labuhan. Mulai dari masa awal berdiri sebagai Madrasah Islamiyah, kemudian bertransformasi menjadi MI GUPPI, hingga berkembang menjadi MI Muhammadiyah 09 Labuhan seperti yang dikenal saat ini.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, buku itu merekam semangat kolektif masyarakat Labuhan dalam membangun pendidikan. Madrasah hadir bukan hanya sebagai lembaga pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang persemaian nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di balik berdirinya bangunan madrasah yang megah saat ini, tersimpan kisah pengorbanan para pendahulu yang rela menyumbangkan tenaga, pikiran, dan materi demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di kampung mereka. Jejak pengabdian itulah yang kini diabadikan dalam setiap halaman buku.
Peluncuran buku sejarah tersebut menjadi salah satu puncak emosional dalam acara purna siswa tahun ini. Kegiatan itu tidak hanya menjadi penanda kelulusan siswa, tetapi juga pengingat bahwa kemajuan pendidikan hari ini berdiri di atas fondasi perjuangan panjang para pendahulu.
Buku Menyemai Adab, Menanam Ilmu diharapkan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus menjaga agar semangat pengabdian dan pendidikan yang telah dirintis selama puluhan tahun tetap hidup dan terus berkembang. (*)
Penulis : Marmulik Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro


