SEJUK.ID – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lazismu Pusat dan PT Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) Investment kembali memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan kaderisasi melalui Program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026.
Sebanyak 356 kader Muhammadiyah menerima beasiswa dengan total nilai mencapai Rp3 miliar. Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 tersebut berlangsung di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian Persyarikatan terhadap pendidikan kader sekaligus ikhtiar menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas akademik, integritas, kompetensi, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan, pemberian beasiswa merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dilakukan secara terencana. Para penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi dan pertimbangan matang dengan memperhatikan kebutuhan pembinaan serta potensi masing-masing kader.
Menurut dia, beasiswa tidak diberikan berdasarkan kedekatan personal, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam mendukung kader yang memiliki kemampuan, talenta, dan kebutuhan akan dukungan pendidikan.
“Beasiswa kader ini adalah sebuah keniscayaan. Kami membina kader bukan hanya dari segi ideologi, tetapi juga memperhatikan mereka yang memiliki kemampuan atau talenta yang kemudian kami beri beasiswa,” ujar Bachtiar yang akrab disapa Gus Bach.
Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menjelaskan, proses kaderisasi tidak dapat dilakukan hanya melalui aktivitas organisasi. Pendidikan, menurut dia, juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar kader memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas sekaligus menyelesaikan studi dengan baik.
“Setiap kader perlu diperhatikan secara langsung untuk kesuksesan studinya,” tegasnya.
Menurut Gus Bach, keberadaan kader berkualitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan Persyarikatan. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern membutuhkan kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi tetap memiliki pijakan nilai dan ideologi yang kuat.
Karena itu, MPKSDI terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan kader. Sinergi dengan PT GKBI Investment dan Lazismu menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.
Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kualitas kader yang dihasilkan. Oleh sebab itu, program pentasyarufan beasiswa akan terus diupayakan agar dapat menjangkau kader Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini adalah program majelis kader untuk menyapa, memperhatikan, dan menjadi bentuk cinta kepada para kader agar ikatan ini terus terjaga,” ungkapnya.
Gus Bach juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak memandang program tersebut semata-mata dari nominal bantuan yang diterima. Lebih dari itu, beasiswa merupakan simbol perhatian dan kepedulian Persyarikatan terhadap proses pendidikan serta masa depan para kader.
“Saya berpesan kepada para kader yang menerima beasiswa, jangan lihat besaran nominalnya, tetapi lihatlah besarnya perhatian Muhammadiyah kepada kalian semua,” pesannya.
Investasi untuk Masa Depan Persyarikatan
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menekankan bahwa kaderisasi Muhammadiyah harus berlangsung secara berkesinambungan. Kader yang dipersiapkan tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia mengapresiasi Program Beasiswa Kader Muhammadiyah yang digagas MPKSDI. Menurut dia, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Persyarikatan.
“Beasiswa ini tentunya bukan sekadar hak, tetapi juga sebuah amanah yang besar. Bagi Muhammadiyah, ini adalah investasi yang luar biasa untuk mempersiapkan kader-kader yang unggul dan berkualitas,” kata Salmah.
Salmah mengingatkan, para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Pengembangan kemampuan tersebut, menurut dia, tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat dan kehidupan Persyarikatan.
Menurutnya, terdapat empat kompetensi utama yang perlu dikembangkan kader Muhammadiyah, yakni kompetensi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kepemimpinan.
“Para kader harus mampu menguasai bidang studinya secara total dan tidak setengah-setengah. Hal ini karena kader Muhammadiyah harus hadir di masyarakat, mendampingi masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan mengenai pentingnya mengembalikan ilmu dan keahlian yang diperoleh untuk kepentingan Persyarikatan.
“Jadilah guru, tetapi kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah,” tuturnya.
Menurut Salmah, pesan tersebut mengandung makna bahwa keberhasilan kader tidak semata-mata diukur dari pencapaian pendidikan maupun kesuksesan profesi. Ilmu, keahlian, dan pengalaman yang diperoleh harus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah.
Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya integritas dan karakter kepemimpinan dalam diri setiap kader. Nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW yang tercermin dalam sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fatanah harus menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian.
“Minimal harus paham STAF, yaitu siddiq, tabligh, amanah, dan fatanah. Dengan itulah kami berharap dakwah Persyarikatan akan terus mencerahkan. Tingkatkan integritas karena dengan integritas yang tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 pun tidak hanya dimaknai sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi kaderisasi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya insani yang unggul, berintegritas, kompeten, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Sinergi antara MPKSDI, Lazismu, dan PT GKBI Investment diharapkan terus berkembang sehingga dukungan terhadap pendidikan kader semakin luas. Para penerima beasiswa pun diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaksimalkan potensi, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi masyarakat dan Persyarikatan.
Melalui lahirnya kader-kader yang berilmu, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan siap mengabdikan kompetensinya, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam melanjutkan amal usaha, dakwah, serta estafet perjuangan Persyarikatan pada masa mendatang. (*)


