SEJUK.ID – Memasuki usia ke-24 tahun, Lazismu menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola filantropi Islam yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak. Melalui tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu berupaya mengoptimalkan potensi amil sekaligus memperluas manfaat bagi mustahik melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang semakin terintegrasi.
Sejak berdiri pada 2002, Lazismu terus berkembang sebagai jaringan filantropi Islam Muhammadiyah yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Beragam program pemberdayaan dijalankan melalui enam pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah, kemanusiaan, serta lingkungan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan tema Milad Ke-24 merupakan implementasi Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional Lazismu Tahun 2026 di Kalimantan Selatan.
“Integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin (28/7).
Menurut Ahmad Imam Mujadid Rais, integrasi tidak hanya menyatukan sistem kerja antarlembaga, tetapi juga memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, Lazismu mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kemandirian mustahik, antara lain TelurMu, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, Ketahanan Pangan, Keuangan Mikro, Kampung Berkemajuan, hingga pelatihan ecoprint berbahan alami bagi penyandang disabilitas. Sepanjang 2025, program-program tersebut menjangkau 37.360 penerima manfaat melalui penguatan kapasitas, pendampingan usaha, dan peningkatan kemandirian ekonomi.
Di bidang pendidikan, Lazismu menyalurkan berbagai program beasiswa, seperti Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, dan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP). Selain itu, terdapat program Save Our School, Peduli Guru, Tablet untuk Pelajar, serta Lazismu Goes to Campus. Selama 2025, sebanyak 205.630 penerima manfaat memperoleh dukungan melalui berbagai program pendidikan tersebut.
Pada sektor kesehatan, Lazismu menghadirkan layanan Ambulans Gratis, Klinik Apung Said Tuhuleley, Rumah Singgah Pasien, hingga program sanitasi masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan program pemerintah, Lazismu juga menjalankan pendampingan pasien tuberkulosis (TBC), pemberian paket nutrisi, serta peningkatan gizi untuk pencegahan stunting. Program kesehatan tersebut telah menjangkau 32.361 penerima manfaat.
Sementara itu, melalui pilar sosial dan dakwah, Lazismu memberikan manfaat kepada 1.952.422 penerima manfaat melalui program pemberdayaan mualaf, pendampingan penyandang disabilitas, pelayanan lansia, kurban untuk ketahanan pangan, hingga berbagai aksi kemanusiaan.
Komitmen terhadap isu lingkungan juga terus diperkuat melalui program Pelihara Daratmu, Sayangi Lautmu, dan Tanam Pohon. Berbagai program tersebut telah memberikan manfaat kepada 45.550 penerima manfaat di berbagai daerah.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengatakan bahwa memasuki usia ke-24 tahun, Lazismu akan terus memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perjalanan Lazismu hingga hari ini tidak terlepas dari kepercayaan para muzaki, donatur, mitra program, pemerintah, serta masyarakat penerima manfaat. Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang terus kami jaga melalui tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak,” katanya.
Penghimpunan Melampaui Target
Sepanjang 2025, Lazismu membukukan penghimpunan dana nasional sebesar Rp792.963.027.166,23, melampaui target sebesar Rp519.784.511.511,00. Dengan demikian, capaian penghimpunan mencapai 153 persen dari target atau surplus sebesar Rp273.178.515.655,23.
Pada periode yang sama, penyaluran dana mencapai Rp641.321.126.158,69 atau sekitar 81 persen dari total penghimpunan.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap amanah yang dititipkan para muzaki dan donatur disalurkan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Barry.
Secara historis, tren penghimpunan dan penyaluran Lazismu terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2023, penghimpunan mencapai Rp508.010.609.596 dengan penyaluran sebesar Rp457.611.629.558 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.
Sementara itu, pada 2024 penghimpunan meningkat menjadi Rp532.238.742.592, sedangkan penyaluran mencapai Rp519.602.190.563. Dibandingkan tahun sebelumnya, penghimpunan tumbuh 4,76 persen, sedangkan penyaluran meningkat 13,56 persen.
Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Syariah
Komitmen terhadap tata kelola yang baik juga tercermin melalui capaian Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang diraih Lazismu secara berturut-turut sejak 2019 hingga 2024.
Dalam aspek akuntabilitas keuangan, Lazismu juga secara konsisten memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahunannya dari Kantor Akuntan Publik selama periode 2019–2024.
Selain itu, berbagai penghargaan nasional berhasil diraih, di antaranya IMZ Award, Rekor MURI, Pinasthika Award Creativestival, BAZNAS Award, Forum Zakat Award, Muslim Choice Award, Indonesia Fundraising Award, SDGs Award Bappenas, ABEI-MUI Award, SDGs Action Award, SNI Award, serta berbagai penghargaan lainnya di bidang penghimpunan dan pendayagunaan dana sosial keagamaan.
Puncak Milad Digelar di Jakarta
Puncak peringatan Milad Ke-24 Lazismu akan berlangsung pada Rabu (29/7/2026) di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut akan dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kementerian Agama Republik Indonesia, mitra dunia usaha, media massa, para muzaki, serta berbagai mitra strategis Lazismu.
Rangkaian acara meliputi penyampaian Amanat Milad oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, peluncuran kolaborasi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat, bedah buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan, serta pertandingan persahabatan mini soccer yang melibatkan Lazismu, Forum Zakat, POROZ, dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia.
Melalui momentum Milad Ke-24 ini, Lazismu menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi amil, memperkuat tata kelola yang terintegrasi, serta menghadirkan program-program yang inovatif, berkelanjutan, dan semakin berdampak bagi mustahik serta kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)


