SEJUK.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) A.K. Anshori Purwokerto resmi menutup rangkaian kegiatan Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional pada Ahad (4/1/2026) pagi. Agenda yang berlangsung selama lima hari di Purwokerto tersebut meluluskan 70 kader madya dan instruktur dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta dibekali mandat baru berupa penguatan advokasi kebijakan publik berbasis riset.
Mengusung visi Akselerasi Kader Digdaya, forum perkaderan ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran klasikal, tetapi juga menghasilkan luaran konkret. Salah satunya berupa policy brief atau naskah rekomendasi kebijakan yang mengangkat isu disparitas sosial serta pengawalan visi pembangunan nasional Asta Cita. Dokumen tersebut disusun sebagai instrumen advokasi yang dapat digunakan kader di daerah masing-masing.
Pelaksana Tugas Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Imam Ahfas, M.Pd., yang hadir dalam acara penutupan, menyampaikan apresiasi terhadap arah baru gerakan kaderisasi yang ditempuh PC IMM A.K. Anshori Purwokerto. Menurut dia, lembaga legislatif membutuhkan mitra kritis yang mampu menyampaikan gagasan berbasis data dan kajian ilmiah.
“DPRD sangat terbuka bagi mahasiswa. Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi ‘parlemen jalanan’ yang berteriak tanpa konsep. Apa yang dilakukan PC IMM A.K. Anshori Purwokerto hari ini, dengan melatih kader menyusun strategi advokasi konstitusional dan naskah kebijakan, merupakan angin segar bagi demokrasi,” ujar Imam Ahfas. Ia menambahkan, legislatif menantikan gagasan konstruktif dari mahasiswa untuk bersama-sama membangun Banyumas dan Indonesia.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, Dr. Drs. Lendra Yuspi J. Geasil, M.Si. Ia menekankan pentingnya integrasi antara kekuatan intelektual dan keteguhan ideologi dalam proses perkaderan. Menurutnya, kader IMM dituntut mampu menerjemahkan nilai Islam Berkemajuan dalam konteks sosial yang terus berubah.
“Perkaderan tingkat nasional ini menunjukkan bahwa IMM A.K. Anshori mampu merespons tantangan zaman. Kader yang dilahirkan tidak cukup piawai beretorika, tetapi harus memiliki kedalaman spiritual dan ketajaman analisis sosial. Inilah profil kader umat dan kader bangsa yang dibutuhkan,” kata Lendra Yuspi.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM A.K. Anshori Purwokerto, Zunifan Arif Nugroho, menegaskan bahwa lulusan DAMNas dan PID Nasional diproyeksikan menjadi creative minority di daerah masing-masing. Mereka diharapkan menjadi penggerak riset dan pengawal kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Mereka datang ke Banyumas sebagai peserta, tetapi pulang sebagai kader yang mengemban mandat ideologis. Mandat itu jelas, yakni membentuk tim riset di daerah dan mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat kecil,” ujar Zunifan. Ia menegaskan komitmen PC IMM A.K. Anshori Purwokerto untuk terus melahirkan kader yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Penutupan kegiatan berlangsung khidmat dan ditandai dengan penyerahan simbolis hasil riset peserta kepada Pelaksana Tugas Ketua DPRD Kabupaten Banyumas sebagai perwakilan pemerintah daerah. Momen tersebut menegaskan posisi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai mitra strategis yang kritis sekaligus solutif dalam pembangunan daerah. (*)


