NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

Peran Muhammadiyah Jaga Keutuhan Bangsa

2 Mins read

SEJUK.ID – Pengajian Ahad Pagi yang rutin diadakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberasri di Masjid Al-Hidayah, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung dengan khidmat pada Ahad (25/8/2024). Acara ini dimulai pukul 06.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan agama, termasuk Ust. Pradana Boy, S. Ag., M.A., Ph.D., Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LP2) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yang menjadi penceramah utama.

Dengan tema “Kemerdekaan dan Peran Muhammadiyah kepada Negara,” Ust. Pradana Boy menyampaikan ceramah yang menggugah kesadaran jamaah akan pentingnya kontribusi Muhammadiyah dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan bahwa peran Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada masa lalu, tetapi terus berlanjut dalam upaya membangun dan menjaga keutuhan bangsa melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan dakwah.

Acara ini juga dihadiri oleh Ust. Wiyono, M.Pd. (Ketua LP2 PDM Banyuwangi), Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Kepala Desa Sumberasri Drs. Suyatno, Ketua Organisasi Otonom (Ortom), serta beberapa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kampus 2. Kehadiran mereka menambah semarak hari kemerdekaan dan kekhusyukan pengajian yang dihadiri oleh jamaah dari masyarakat setempat.

Dalam ceramahnya, Ust. Pradana Boy menekankan konsep menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Muhammadiyah dalam menghadapi situasi politik. Ia menyatakan bahwa ormas terbesar saat ini adalah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang meskipun bukan partai politik, keputusan-keputusan ketuanya sangat berpengaruh pada negara. Hal ini, menurutnya, disebabkan banyaknya kader dari kedua ormas yang aktif di partai politik dan menduduki posisi strategis. Mereka tidak hanya fokus pada kekuasaan lokal, tetapi juga berkontribusi lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga:  KKN Unmuh Jember Sosialisasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Ust. Pradana Boy juga menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi Muhammadiyah, khususnya dalam konteks keutuhan NKRI. Ia menekankan pentingnya memajukan negara melalui berjihad modern, seperti melalui pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah di berbagai jenjang, serta melalui kesehatan dengan mendirikan rumah sakit-rumah sakit. Dalam konteks ini, ia menyampaikan bahwa setiap keputusan yang dibuat negara, salah satunya melibatkan pihak dari ormas terbesar yaitu NU dan Muhammadiyah. Apabila kedua ormas ini terpecah, maka akan berdampak pada kemajuan negara dan keutuhan NKRI.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Muhammadiyah terus menegaskan peran vital mereka dalam menjaga keutuhan NKRI dengan aktif terlibat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis negara. Kedua ormas besar ini tidak hanya menjadi benteng pertahanan moral bangsa, tetapi juga berperan sebagai jembatan dialog antar berbagai kelompok masyarakat. Hal ini memastikan bahwa semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga di tengah dinamika politik dan sosial yang kompleks. Melalui kontribusi mereka, NU dan Muhammadiyah berhasil memperkuat fondasi kebangsaan, membangun konsensus nasional, dan memupuk semangat kebhinekaan yang menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Mengakhiri ceramahnya, Ust. Pradana Boy mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam menjalankan perjuangan Muhammadiyah dan menjaga keutuhan NKRI. Sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam memajukan bangsa. Rangkaian pengajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan ajakan untuk terus berperan aktif dalam berjihad pembangunan dan memajukan negara melalui pendidikan, kesehatan, dan dakwah, dengan semangat yang telah diwariskan oleh para pendiri Muhammadiyah serta para tokoh perjuangan Muhammadiyah yang turut andil dalam kemerdekaan Indonesia. (*)

Reporter Nur Hidayatun Ni’mah Alfia Nisa’. Editor Fathan faris Saputro.

Baca Juga:  Mahasiswa UM Surabaya Gelar Posyandu Bersama Warga Desa Branta Tinggi untuk Tekan Angka Stunting

1156 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaNasional

SUMU Gandeng URUZIN, Tegaskan Legalitas Bukan Formalitas, Melainkan Kunci Naik Kelas Bisnis

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan berbasis nilai dengan menggandeng PT Uruzin Solusi Bisnis dalam…
BeritaDaerah

Rakerda dan Halalbihalal SUMU Tulungagung, Perkuat Sinergi Wirausaha Berkemajuan

1 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal. Kegiatan ini mengusung tema “Menyatukan…
BeritaDaerah

Regenerasi Kepemimpinan IPM Darul Hikmah Dimulai, Pengurus Baru 2026–2027 Resmi Dilantik

2 Mins read
SEJUK.ID – Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah periode 2026–2027 resmi digelar pada Kamis (16/4/2026)…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *