SEJUK.ID – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Alif Cendekia Gowa menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru bertajuk “ACG Teachers Transformation: Spirit Sang Guru, Integritas dan Digitalisasi” selama tiga hari, 29–31 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar transformasi pendidikan untuk membentuk guru yang berintegritas, adaptif, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dalam proses pembelajaran.
Program ACG Teachers Transformation dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi guru yang berfokus pada penguatan budaya integritas dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Melalui berbagai sesi pelatihan, diskusi, dan refleksi pendidikan, peserta memperoleh wawasan serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SIT Alif Cendekia Gowa. Sejumlah narasumber berpengalaman turut hadir untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di bidang pendidikan, di antaranya Malikul Islam, S.Si., M.M., praktisi pendidikan sekaligus Kepala Sekolah SD Islam Al-Azhar BSD, serta Farizal Marzuki, S.Sos., M.A., akademisi dan pemerhati pendidikan yang banyak mengulas kompetensi guru serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pembelajaran.
Diklat ini diinisiasi oleh Owner dan Dewan Pembina SIT Alif Cendekia Gowa, Dean Herdesviana, S.E., M.M., dan Ahmad Farabi, S.T., M.M. Keduanya memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan SIT Alif Cendekia Gowa.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan guru-guru penggerak perubahan yang memiliki integritas kuat, semangat belajar sepanjang hayat, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab. Guru yang mampu memadukan nilai-nilai karakter dengan inovasi pembelajaran akan menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Dean Herdesviana.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian materi yang disusun secara sistematis untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Kegiatan berlangsung di lingkungan SIT Alif Cendekia Gowa dengan suasana yang interaktif dan kolaboratif, sehingga memungkinkan peserta berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merancang inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.
Pesatnya perubahan di dunia pendidikan menuntut guru tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki integritas yang kuat dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Oleh karena itu, materi pelatihan disampaikan melalui ceramah inspiratif, diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi pembelajaran agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga strategi praktis yang dapat diterapkan dalam tugas keseharian sebagai pendidik.
Melalui kegiatan ini, SIT Alif Cendekia Gowa berharap dapat melahirkan guru-guru penggerak perubahan yang berintegritas tinggi, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menjadi teladan dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Sejalan dengan semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut, integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, sementara digitalisasi membuka ruang inovasi yang lebih luas. Perpaduan keduanya diharapkan menjadi bekal bagi guru-guru SIT Alif Cendekia Gowa untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi generasi masa depan. (*)
Penulis : Muhammad Alif zahir | Editor : Fathan Faris Saputro


