SEJUK.ID – SD Muhammadiyah 1 Turi Lamongan, yang dikenal dengan sebutan SD Musari, sukses mengadakan Pelatihan Menulis Buku bagi Pemula pada Senin (3/11/2025). Dengan tema Membangun Budaya Literasi, sekolah yang baru memiliki empat angkatan ini mengambil langkah cerdas dengan menjadikan literasi sebagai kunci untuk membuka peluang dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Acara yang digelar di Masjid Abu Bakar As-Siddiq PCM Turi tersebut menghadirkan Aditya Akbar Hakim, Sekretaris II PD GPMB Jawa Timur, sebagai narasumber. Inisiatif SD Musari ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
“Saya kira acara seperti ini sangat penting. Tidak semua sekolah, terutama di jenjang SD, memiliki inisiatif kreatif seperti ini. Ibu Kepala Sekolah dan para guru tentu punya peran sentral dalam mewujudkannya,” ujar Ainur Rofiq, Wakil Ketua PCM Turi, dalam sambutan pembukaannya.
Sementara itu, Kepala SD Musari, Laila Nur Hidayatiningtyas, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Di tengah proses pembangunan sekolah, baik dari aspek fisik maupun sumber daya manusia, SD Musari tetap konsisten menghadirkan kegiatan positif yang berkaitan dengan penguatan literasi.
“Kami sangat antusias menyiapkan segala hal untuk menyambut kegiatan ini. Terima kasih kepada para wali murid yang telah bergotong royong menyukseskan acara hingga hari H. Pelatihan ini merupakan puncak dari rangkaian Bulan Bahasa Oktober kemarin. Kami juga berterima kasih kepada Pak Adit yang berkenan hadir dan mendampingi anak-anak kami belajar menulis, dimulai dengan mencintai aktivitas membaca,” tuturnya.
Dalam paparannya, Aditya Akbar Hakim menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan sekolah. “Sering kali saya sampaikan, jika ingin usia dan reputasi sekolah semakin panjang serta disegani masyarakat, salah satu langkah brilian adalah melalui literasi. Sekolah harus mampu melahirkan karya, meski dalam bentuk paling sederhana. Menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap membaca menjadi hal mendasar agar kelak mereka memiliki kekayaan bacaan yang melimpah,” ungkapnya.
Pelatihan menulis ini akan ditindaklanjuti dengan penerbitan buku antologi yang berisi tulisan siswa, wali murid, dan guru. Harapannya, setiap angkatan yang lulus dari SD Musari memiliki kenangan berharga berupa karya tulis sebagai artefak literasi. (*)


