SEJUK.ID – Perkembangan olahraga elektronik (esports) di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Melihat peluang tersebut, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro berkolaborasi dengan Indonesia Esports Association (IESPA) Kabupaten Bojonegoro menggelar Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tingkat regional dalam rangka memeriahkan Milad ke-40 STIT Muhammadiyah Bojonegoro.
Kompetisi yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan milad kampus tersebut dibagi menjadi dua tahap. Babak penyisihan atau Gelombang I berlangsung pada Sabtu (20/6/2026), sedangkan Gelombang II yang menjadi babak puncak sekaligus grand final dijadwalkan pada Ahad (21/6/2026).
Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terlihat sangat tinggi. Berdasarkan data panitia, sebanyak 43 tim resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung di arena virtual Land of Dawn tersebut.
Dengan format lima pemain dalam setiap tim, total peserta yang terlibat mencapai 215 orang. Mayoritas peserta merupakan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), menunjukkan bahwa esports telah menjadi bagian dari budaya dan aktivitas kompetitif yang digemari kalangan remaja saat ini.
Ketua Panitia Turnamen, Ibad, mengaku tidak menyangka kuota peserta dapat terpenuhi dalam waktu singkat. Menurutnya, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa pelajar membutuhkan ruang kompetisi yang mampu menyalurkan bakat dan minat mereka secara positif.
“Kami tidak menyangka slot pendaftaran akan terpenuhi secepat ini. Hal ini menunjukkan bahwa ruang-ruang kompetisi positif seperti ini sangat dirindukan para pelajar di Bojonegoro. Mereka membutuhkan wadah untuk menunjukkan bahwa bermain gim bukan sekadar hiburan, tetapi juga olahraga yang menuntut disiplin, kerja sama tim, serta strategi yang matang,” ujarnya.
Kolaborasi antara PK IMM Ahmad Dahlan dan IESPA Bojonegoro dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kompetisi yang profesional. Sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga esports, IESPA berperan dalam memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai standar yang berlaku.
Mulai dari penyusunan regulasi pertandingan, sistem bagan kompetisi, hingga penerapan prinsip fair play dilakukan secara ketat guna menjaga integritas turnamen. Kehadiran IESPA juga memberikan jaminan bahwa kompetisi berlangsung secara sportif dan terukur.
Bagi IMM, penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak muda. Melalui kegiatan yang sesuai dengan minat generasi Z, nilai-nilai positif dapat ditanamkan secara lebih efektif.
Sportivitas, semangat pantang menyerah, kemampuan bekerja sama, serta solidaritas antarpelajar menjadi sejumlah nilai yang diharapkan tumbuh selama kompetisi berlangsung. Dengan demikian, esports tidak hanya dipandang sebagai hiburan, melainkan juga sarana pembentukan karakter generasi muda.
Selain memperebutkan trofi dan hadiah, turnamen ini juga diharapkan menjadi ajang pencarian bakat bagi IESPA Bojonegoro. Dari ratusan peserta yang terlibat, diharapkan muncul atlet-atlet potensial yang dapat dibina untuk mewakili Kabupaten Bojonegoro pada ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun turnamen nasional lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan babak penyisihan masih berlangsung dengan atmosfer kompetisi yang meriah dan penuh semangat. Dukungan dari rekan sekolah, keluarga, serta komunitas esports lokal terus mengalir, menjadikan turnamen ini sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang paling semarak di Bojonegoro sepanjang tahun 2026. (*)
Penulis : Sabrina Putri Azzahra | Editor : Fathan Faris Saputro


