NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
Opini

IPM ke Depan Jangan Sampai Salah Memposisikan Diri

3 Mins read

Oleh: Noval Sahnitri, Ketua Bidang KDI PW IPM Lampung

SEJUK.ID – Selama satu dekade terakhir, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berkembang cukup pesat. Organisasi pelajar Muhammadiyah itu terus menunjukkan pertumbuhan, baik dari sisi gerakan, program, maupun jejaring organisasi. Di tengah perkembangan tersebut, IPM juga mulai menghadirkan pendekatan maqashid syariah sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana kemaslahatan yang telah diwujudkan melalui berbagai aktivitas organisasi.

IPM hari ini tampak aktif berkontribusi melalui beragam program kerja yang dijalankan di berbagai tingkatan pimpinan. Dalam Muktamar IPM sebelumnya, tema “Membumikan Arah Baru IPM” menjadi salah satu gagasan yang cukup relevan dengan perkembangan zaman. Tema itu menunjukkan upaya IPM untuk hadir di tengah dinamika era digital yang semakin kompleks dan cepat berubah.

Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dibarengi dengan upaya menjaga nilai-nilai dasar organisasi. Jangan sampai IPM hanya sibuk menciptakan gebrakan yang bersifat kekinian, tetapi melupakan nilai yang selama ini dibangun oleh para pendahulu. Salah satu nilai yang penting untuk terus dirawat ialah paradigma 3T: tertib beribadah, belajar, dan berorganisasi.

Nilai 3T semestinya tidak berhenti sebagai slogan organisasi. IPM perlu merumuskan nilai itu menjadi gerakan nyata dalam kehidupan kader sehari-hari. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi kebiasaan yang lambat laun dinormalisasi dalam budaya organisasi.

Contohnya, ketika rapat berlangsung lalu azan zuhur berkumandang, masih ada anggapan bahwa salat dapat ditunda karena rapat “tinggal sedikit lagi selesai”. Sikap seperti ini tampak sederhana, tetapi jika terus diulang dapat membentuk budaya organisasi yang kurang sehat. Karena itu, IPM perlu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedisiplinan nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas gerakan.

Baca Juga:  Puasa, Kesabaran, dan Menghormati Sesama

Di sisi lain, IPM juga dapat dikatakan sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang relatif stabil dari segi regenerasi sumber daya manusia. Basis massa IPM tidak akan habis selama sekolah dan madrasah Muhammadiyah masih berdiri. Akan tetapi, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua sekolah Muhammadiyah memiliki IPM yang aktif dan berkembang.

Ada sekolah yang memiliki jumlah murid besar, tetapi gerakan IPM di dalamnya berjalan biasa saja, bahkan vakum. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang pentingnya kaderisasi. Padahal, kaderisasi merupakan fondasi utama agar organisasi tetap hidup dan mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki kesadaran gerakan.

Saat ini, IPM juga semakin berkembang dalam menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga di luar organisasi. Kemampuan membangun relasi tentu menjadi hal positif. Akan tetapi, IPM perlu menyadari bahwa basis utama gerakannya tetaplah pelajar.

Karena itu, setiap aktivitas dan program organisasi idealnya tetap berpijak pada kebutuhan serta persoalan pelajar. Jangan sampai IPM terlalu sibuk membangun jejaring eksternal, tetapi justru kehilangan kedekatan dengan basis massanya sendiri. Sebab, IPM dapat tumbuh dan bergerak karena keberadaan para pelajar itu sendiri.

Gerakan ekspansi organisasi memang penting dilakukan untuk memperluas pengaruh dan jejaring. Namun, gerakan akar rumput juga tidak boleh diabaikan. Keduanya harus berjalan beriringan agar tidak terjadi ketimpangan antara hubungan eksternal organisasi dan penguatan kaderisasi di tingkat bawah.

Langkah tersebut penting dilakukan karena IPM masih memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun oleh para pendahulu. Di saat yang sama, IPM juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung tujuan besar Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan umat.

Baca Juga:  Empat Belas Hari Tanpa Kompas: Tehran di Persimpangan Ketidakpastian

Realitas hari ini menunjukkan masih banyak pelajar Muhammadiyah yang mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan, terlebih hingga jenjang perguruan tinggi. Situasi itu seharusnya menjadi perhatian serius bagi IPM. Organisasi perlu menghadirkan gerakan konkret atau prototipe langkah yang mampu menjawab persoalan tersebut.

Dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, Khittah Langkah 12 pada poin keempat membahas tentang amal intiqad. Konsep itu terbagi menjadi tiga bagian, yakni intiqad kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan kepada lembaga atau organisasi.

Pada aspek intiqad terhadap diri sendiri, kader IPM perlu bercermin mengenai kualitas pribadinya selama berproses di organisasi. Apakah selama ini kader sudah berupaya meningkatkan kapasitas keilmuan, akhlak, dan tanggung jawabnya? Apakah semangat yang dibangun benar-benar diarahkan untuk kemaslahatan bersama atau justru hanya berorientasi pada kepentingan pribadi?

IPM memang tidak melarang kader untuk mengembangkan dirinya masing-masing. Akan tetapi, kader perlu menyadari bahwa IPM merupakan organisasi pelajar yang membawa tanggung jawab moral dan sosial. Karena itu, kehadiran kader di dalam organisasi semestinya mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, intiqad kepada orang lain dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial antarkader dan terhadap pelajar di sekitar. Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan perlu terus dirawat. Sebab, ketika kritik yang membangun mulai hilang dalam organisasi, kebiasaan buruk berpotensi tumbuh tanpa kontrol.

Pujian memang penting untuk menjaga semangat kader. Namun, kritik yang sehat juga diperlukan agar setiap individu tetap memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Organisasi yang sehat bukan hanya dipenuhi apresiasi, melainkan juga ruang evaluasi yang terbuka dan jujur.

Adapun intiqad kepada lembaga atau organisasi menjadi aspek yang sangat mendasar agar IPM tidak kehilangan arah gerakan. Evaluasi sering kali terlewat karena organisasi terlalu fokus membangun citra di ruang publik. Padahal, penguatan internal organisasi sama pentingnya dengan membangun jejaring eksternal.

Baca Juga:  Lintasan Digital: Perjalanan Olahraga Gen Z Menuju Kebugaran dan Validasi Sosial

Sebesar apa pun jaringan yang dimiliki organisasi tidak akan cukup menjamin keberlangsungan regenerasi di masa depan jika internalnya rapuh. Karena itu, gerakan, pola kaderisasi, hingga program organisasi perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan pelajar.

IPM hari ini dan di masa mendatang perlu kembali menempatkan dirinya sesuai fitrahnya sebagai organisasi pelajar. Basis massa utama yang harus menjadi perhatian pertama tetaplah pelajar Muhammadiyah. Meski demikian, IPM juga tetap perlu menghadirkan terobosan baru agar mampu menjadi organisasi yang progresif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pada akhirnya, IPM harus tetap berpijak pada arah, nilai, dan tujuan yang telah diwariskan Muhammadiyah. Organisasi perlu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas gerakannya. Refleksi ini penting untuk menjadi pengingat bersama agar IPM tidak salah memosisikan diri di tengah perubahan peradaban yang terus berlangsung. (*)

Editor : Fathan Faris Saputro

1181 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
Opini

Hari Pers Sedunia 2026: Momentum Guru dan Siswa Perkuat Literasi dari Ruang Kelas

2 Mins read
Oleh: Ma’in SEJUK.ID – Tanggal 3 Mei kembali diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian…
Opini

Hardiknas di Era Digital: Harapan Besar, Tantangan Nyata

1 Mins read
Oleh: Ma’in SEJUK.ID – Setiap 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Momentum yang bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara…
Opini

Buku dan Manusia Memaknai Dalam Merayakan Hari Buku Sedunia

2 Mins read
Oleh: Noval Sahnitri, S.Pd., Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UM Metro dan Bendahara Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah Purbolinggo SEJUK.ID – Tak…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *