NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

Direktur ALUN Indonesia: Literasi Melatih Daya Kritis dan Menangkal Hedonisme Instan

2 Mins read

SEJUK.ID – Gerakan literasi dinilai bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan instrumen penting untuk menangkal gaya hidup hedonisme yang kerap menguat menjelang akhir Ramadan.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Kajian Daring Ramadan (KADAR) sesi kedua yang diselenggarakan oleh Penerbit Irfani pada Senin (16/3/2026).

Narasumber kajian, Riza A. Novanto, S.Pd., mengatakan bahwa masyarakat saat ini berada dalam paradoks hedonisme. Pengejaran kesenangan materi secara instan kerap dianggap sebagai jalan menuju kebahagiaan, padahal sering kali tidak menghadirkan kepuasan yang hakiki.

Menurut Riza, fenomena tersebut semakin terlihat menjelang Idulfitri. Budaya pamer kemewahan dan konsumerisme yang muncul sebagai bentuk “balas dendam” setelah berpuasa menjadi gejala sosial yang patut diwaspadai.

“Di sinilah literasi berperan. Literasi merupakan kenikmatan tingkat tinggi yang melibatkan nalar kritis. Ia menjadi penangkal agar kita tidak terbawa arus konsumtif yang hanya berorientasi pada pengakuan sosial,” ujar Riza, yang juga Pendiri dan Direktur Anak Literasi untuk Negeri (ALUN) Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Riza juga menyoroti tantangan literasi di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemudahan teknologi seperti ChatGPT dapat menjerumuskan penulis pada apa yang ia sebut sebagai “hedonisme intelektual” apabila tidak diimbangi dengan proses berpikir yang mendalam.

“AI adalah keniscayaan dan bisa menjadi solusi ketika kita mengalami kebuntuan ide. Namun, nalar kritis tidak boleh ditinggalkan. Karya literasi yang berkualitas harus mengandung gagasan orisinal yang tidak bisa ditemukan begitu saja di mesin pencari,” tegasnya.

Ia menambahkan, literasi yang matang akan melatih seseorang untuk tetap kritis serta tidak mudah tergoda oleh cara-cara instan dalam berkarya.

Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa tidak semua bentuk kesenangan bersifat negatif. Ia memperkenalkan konsep hedonisme positif, yakni kesenangan yang dibingkai oleh nilai-nilai Islam, seperti kebersamaan keluarga yang diniatkan sebagai ibadah.

Baca Juga:  Immawan Daril Kader PC IMM Mojokerto, Berhasil Meraih Gelar Sebagai Sarjana Teknik

Agar kesenangan tersebut tidak berubah menjadi hedonisme negatif, ia menekankan tiga pilar utama, yaitu tawadu (rendah hati), qana’ah (merasa cukup), dan menjaga niat.

Qana’ah adalah rem terakhir. Jika kita merasa cukup, kita tidak akan terjebak pada perilaku bermegah-megahan. Niat juga harus dijaga agar aktivitas kita tidak berubah menjadi ajang mencari pujian atau membuat orang lain iri di media sosial,” kata Riza di hadapan para peserta kajian daring.

Dalam kesempatan itu, Riza juga mengajak peserta menyusun “kurikulum Ramadan” pribadi yang berorientasi pada produktivitas literasi. Belajar dari masa pandemi, menurutnya, keterbatasan mobilitas justru pernah menjadi momentum bagi para akademisi dan penulis untuk menghasilkan banyak karya.

Moderator diskusi, Annisya Kurniasih, menyimpulkan bahwa penguatan literasi dan nalar kritis dapat membantu masyarakat mengubah orientasi kesenangan, dari sekadar pencapaian materi menuju prestasi intelektual dan spiritual yang lebih bermakna dan berkelanjutan. (*)

1140 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaNasional

Pengusaha Muhammadiyah Diajak Baca Arah Dunia Lewat Saladin Camp

1 Mins read
SEJUK.ID – Di tengah dinamika global yang kian kompleks, kemampuan membaca arah geopolitik menjadi kunci penting bagi para pelaku usaha dalam mengambil…
BeritaNasional

Membaca sebagai Mood Booster Jiwa, Ustaz Nur Fajri Tekankan Tradisi Literasi dalam Islam

1 Mins read
SEJUK.ID – Tradisi literasi dalam Islam bukan sekadar aktivitas membaca teks, melainkan sebuah metodologi dalam membangun peradaban. Hal tersebut mengemuka dalam Kajian…
BeritaDaerah

Lazismu Depok dan BPRS Al Hijrah Amanah Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Literasi ZIS

1 Mins read
SEJUK.ID – Lazismu Kota Depok resmi menjalin kerja sama dengan BPRS Al Hijrah Amanah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *