SEJUK.ID – Perkembangan pembayaran digital mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Hal itu pula yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 39 Tahun 2026 dengan mendampingi Podojoyo Farm dalam pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Podojoyo Farm merupakan peternakan sapi perah yang berada di Dusun Codo, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Usaha tersebut memproduksi susu sapi segar yang menjadi salah satu potensi ekonomi lokal di Desa Petungsewu.
Pendampingan pembuatan QRIS bermula dari pengalaman mahasiswa KKN MAs Kelompok 39 saat membeli susu sapi segar di Podojoyo Farm. Ketika melakukan transaksi, mahasiswa mendapati bahwa peternakan tersebut belum menyediakan pilihan pembayaran melalui QRIS.
Kondisi itu kemudian menjadi perhatian mahasiswa. Mereka menilai kehadiran pembayaran digital dapat memberikan alternatif transaksi bagi pelanggan sekaligus menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Atas dasar kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 39 berinisiatif memberikan asistensi kepada pengelola Podojoyo Farm dalam proses pembuatan QRIS melalui ShopeePay. Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari menjelaskan tahapan pendaftaran, menyiapkan data yang diperlukan, hingga mendampingi proses pengajuan.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Mahasiswa juga memberikan pemahaman kepada pengelola mengenai manfaat pembayaran digital bagi kegiatan usaha sehari-hari.
Dengan tersedianya QRIS, pelanggan Podojoyo Farm nantinya memiliki pilihan pembayaran yang lebih praktis tanpa harus bergantung pada uang tunai. Bagi pengelola usaha, sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.
Pendampingan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN MAs Kelompok 39 dalam mendorong digitalisasi usaha lokal. Kegiatan yang berawal dari pengalaman sederhana saat membeli susu tersebut kemudian dikembangkan menjadi pendampingan yang diharapkan memberikan manfaat bagi pengelola dan pelanggan Podojoyo Farm.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki sekaligus membantu pelaku usaha di lokasi KKN menghadapi perubahan teknologi.
Melalui asistensi pembuatan QRIS tersebut, KKN MAs Kelompok 39 berharap Podojoyo Farm dapat meningkatkan kemudahan transaksi bagi pelanggan dan terus mengembangkan usahanya. Digitalisasi pembayaran yang sederhana itu diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat ekosistem usaha lokal di Dusun Codo, Desa Petungsewu.
Tim KKN MAs Kelompok 39
Dosen Pembimbing Lapangan:
Tinuk Dwi Cahyani, S.H., S.HI., M.Hum., Ph.D.
Ketua:
Muhammad Zaky — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Anggota:
- Putri Rachma Aulia — Universitas Muhammadiyah Ogan Komering Ulu Timur
- Yasfina Qurrota A’yun — Universitas Muhammadiyah Lamongan
- Adinda Junior — Universitas Muhammadiyah Bandung
- Nur Laeliza Fanadilla — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
- Kalvin Gunawan — Universitas Muhammadiyah Palembang
- Sarnita — Universitas Muhammadiyah Bone
- Hasyifa Ratna Astria — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Mia Khoirunissa — Universitas Muhammadiyah Tangerang
- Farid Al Farizi — Universitas Muhammadiyah Malang
- Siti Zelika Ardhya Anasti — Universitas Muhammadiyah Malang
- Dita Nilasari — Universitas Muhammadiyah Gombong
- Ayudhia Fassha — Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
- Muh Aidil — Universitas Muhammadiyah Bone
- Munadiyah — Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai


