SEJUK.ID – Perjalanan Kelompok 39 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berakhir dengan capaian membanggakan. Pada penutupan KKN MAs 2026, kelompok tersebut meraih dua penghargaan Juara 1, yakni Teknologi Tepat Guna Terbaik melalui inovasi Rocket Stove dan Program Persyarikatan Terbaik.
Dua penghargaan tersebut menjadi penutup rangkaian pengabdian 15 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia. Capaian itu sekaligus menjadi apresiasi atas inovasi dan program yang dikembangkan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat Desa Petungsewu.
Unggul lewat inovasi Rocket Stove
Salah satu penghargaan yang diraih Kelompok 39 adalah Juara 1 Teknologi Tepat Guna (TTG) Terbaik melalui inovasi Rocket Stove.
Rocket Stove merupakan teknologi tungku yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran sampah secara lebih efisien dengan konstruksi yang relatif sederhana. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan teknologi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Bagi Kelompok 39, teknologi tepat guna tidak semata-mata dinilai dari sisi inovasi, tetapi juga dari kebermanfaatan dan kemungkinan penerapannya di lingkungan masyarakat. Karena itu, pengembangan Rocket Stove mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan dan pemanfaatannya sebagai solusi sederhana yang dapat dipahami masyarakat.
Penghargaan TTG Terbaik menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi yang dekat dengan persoalan di lingkungan masyarakat.
Program Persyarikatan Terbaik
Selain penghargaan di bidang teknologi, Kelompok 39 meraih Juara 1 Program Persyarikatan Terbaik.
Program persyarikatan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan KKN MAs. Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga didorong untuk berkontribusi dalam penguatan nilai serta aktivitas persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di lokasi pengabdian.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap program persyarikatan yang dilaksanakan Kelompok 39 selama berada di Desa Petungsewu.
Capaian dua penghargaan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Perbedaan latar belakang keilmuan, pengalaman, dan daerah asal menjadi modal dalam merancang dan menjalankan berbagai program selama KKN.
Menutup pengabdian dengan kolaborasi
Selama berada di Desa Petungsewu, Kelompok 39 melaksanakan berbagai kegiatan yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan persyarikatan.
Program-program tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, perangkat desa, lembaga pendidikan, kader kesehatan, serta berbagai unsur lainnya selama pelaksanaan kegiatan.
Bagi Kelompok 39, dua penghargaan yang diperoleh pada penghujung KKN bukan sekadar pencapaian kelompok. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas proses kolaborasi, kreativitas, dan pengabdian yang telah dilakukan selama berada di Desa Petungsewu.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan semangat pengabdian sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Profil Kelompok 39 KKN MAs 2026
Kelompok 39 KKN MAs 2026 terdiri atas 15 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, yaitu:
- Dita Nilasari — Universitas Muhammadiyah Gombong
- Sarnita — Universitas Muhammadiyah Bone
- Muh Aidil — Universitas Muhammadiyah Bone
- Kalvin Gunawan — Universitas Muhammadiyah Palembang
- Ayudhia Fassha — Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
- Mia Khoirunissa — Universitas Muhammadiyah Tangerang
- Munadiyah — Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai
- Hasyifa Ratna Astria — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Putri Rachma Aulia — STKIP Muhammadiyah OKU Timur
- Nur Laeliza Fanadilla — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
- Muhammad Zaky — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Adinda Junior — Universitas Muhammadiyah Bandung
- Yasfina Qurrota A’yun — Universitas Muhammadiyah Lamongan
- Farid Al Farizi — Universitas Muhammadiyah Malang
- Siti Zelika Ardhya Anasti — Universitas Muhammadiyah Malang
Kelompok 39 berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tinuk Dwi Cahyani, S.H., S.HI., M.Hum., Ph.D.
Dua penghargaan sebagai Juara 1 Teknologi Tepat Guna Terbaik dan Juara 1 Program Persyarikatan Terbaik menjadi penutup perjalanan Kelompok 39 dalam KKN MAs 2026.
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian tersebut merefleksikan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat Desa Petungsewu. (*)


